Bagi para ‘manusia perahu’ yang berjuang mengadu nasib menuju Australia, dan mungkin juga bagi sebagian nelayan Indonesia, boleh jadi sudah familiar dengan sosok Armidale Class, tipe kapal patroli milik AL Australia yang memang sengaja di deploy pemerintah Negeri Kangguru untuk mengawal dan memproteksi batas wilayah laut. Singkatnya, bila ada manusia perahu dan aksi illegal fishing yang menyinggung kepentingan Australia, maka besar kemungkinan 14 unit Armidale Class yang bakal memberi tindakan hukum di tengah laut. (more…)
Setelah pencarian intensif, Black Box yang berisi Flight Data Recorder (FDR ) dan Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat naas AirAsia QZ8501 akhirnya ditemukan oleh tim penyelam TNI AL. Lokasi ditemukannya black box berada di 30-32 meter bawah laut. A Tonny Budiono, Koordinator Tim Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, mengakui posisi Black Box yang berada pada himpitan serpihan badan pesawat, keadaan ini sangat menyulitkan tim penyelam dalam proses pengambilanya. (more…)
Memasuki tahun 2015 TNI AU sudah menyiapkan beragam program terkait alutsista, diantaranya perpanjangan usia struktur ”Falcon Star” dan peningkatan kemampuan avionik ”Mid-Life Upgrade” untuk armada pesawat F16 A/B Block 15 Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi. Perencanaan juga untuk akan memperbarui peralatan kamera dan radar surveillance untuk pesawat B-737 MPA (Patroli Intai Maritim). (more…)
Rangkaian aksi pencarian dan evakuasi korban penumpang pesawat Air Asia QZ8501 secara langsung juga menampilkan performa armada pesawat angkut taktis milik TNI AU. Selain yang utama pesawat angkut berat C-130 Hercules Skadron Udara 31, misi SAR dan transportasi udara selama operasi terkait Air Asia QZ8501 juga menghadirkan keluarga baru TNI AU, yakni C-295M, pesawat taktis angkut sedang dari Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma. (more…)
Mabes TNI-AD telah menambahkan kapal motor cepat produksi dalam negeri, KMC Komando ke satuan kapal cepat Kodam (Komando Daerah Militer) XVI/Pattimura. Menurut juru bicara Kodam Pattimura, kapal cepat ini diperuntukkan untuk mengatasi penyelundupan dan illegal fishingi yang marak di perairan Maluku Utara. (more…)
Badan SAR Nasional (BASARNAS) kini tengah menjadi perhatian publik berkat jasa mereka dalam pencarian korban kecelakaan pesawat Air Asia QZ8501. Dibalik jasa besar dari tim personel BASARNAS, harus diakui bahwa salah satu bintang dalam misi evakuasi adalah sosok helikopter berwarna orange jenis AS-365 N3+ Dauphin yang ikut diturunkan dalam misi SAR Air Asia QZ8501. (more…)
Mengikuti jejak TNI AL, TNI AU juga melirik Ukraina sebagai salah satu negara pemasok untuk alutsista. Sayangnya akibat konflik yang berkecamuk, TNI AL lewat Kementerian Pertahanan kemudian membatalkan pesanan panser amfibi BTR-4. Tapi mungkin karena situasi kian kondusif, kini TNI AU tengah melirik berbagai produk militer dari Ukraina. Kabar ini datang dari Ukroboronprom, perusahaan plat merah di Ukraina yang bergerak di bidang pertahanan. (more…)
Walau dalam film Battleship (2012), USS Sampson luluh lantak oleh serangan alien, namun dalam pencarian korban kecelakaan kapal terbang Air Asia, kapal perang destroyer berbobot 9.200 ton ini mendapat sorotan berkat kesuksesannya dalam misi pencarian ini. Banyaknya jumlah korban yang berhasil di evakuasi USS Sampson dinilai karena ukuran kapal itu cukup besar, bahkan jadi kapal perang bertonase terbesar dalam misi pencarian di Selat Karimata. Dengan tonase yang jumbo, wajar bila Sampson lebih bisa menahan gelombang yang tingginya mencapai 3-5 meter di lokasi pencarian Air Asia QZ8501. (more…)
Lekiu Class, Malaysia memiliki 2 unit korvet jenis ini.
Selain menjadi momen misi SAR dan evakuasi besar-besaran, operasi laut di Selat Karimata terkait musibah jatuhnya Air Asia QZ8501 turut melibatkan gelar alutsista secara masif dalam misi pencarian korban dan badan pesawat. Selain TNI AL yang mengerahkan andalan korvet SIGMA Class (Diponegoro Class), Bung Tomo Class, dan frigat Van Speijk yang berbekal hull mounted sonar, nyatanya banyak negara sahabat yang turut membantu langsung misi ini. Seperti salah satunya ada KD Lekiu 30, frigat ringan yang jadi flagship armada tempur TLDM (Tentara Laut Diraja Malayasia) ikut diterjunkan di hari-hari awal pencarian. (more…)
Secara tak langsung, momen evakuasi korban dan pencarian badan pesawat Air Asia QZ8501 menjadi ajang unjuk kemampuan alutsista bawah air, khususnya pada kinerja perangkat hull mounted sonar (sound navigation and ranging) yang ada di beberapa kapal perang TNI AL. Tak tanggung-tanggung, misi pencarian yang terkendala gelombang tinggi ini melibatkan beberapa kapal perang TNI AL, sebut saja KRI Bung Tomo 357 dan KRI Sultan Hasanuddin 366 SIGMA Class. Kedua korvet ini mewakili alutsista terbaru dan tercanggih TNI AL saat ini. (more…)