Yang namanya sedang berbunyi, maka beragam persenjataan wajar digunakan untuk menungtaskan misi yang diemban. Seperti dalam laga Perang Ukraina, Rusia diwartakan juga telah mengerahkan senjata berupa drone kamikaze (loitering munition) ke suatu sasaran di kota Kiev. Dari hasil identifikasi pada foto, kuat dugaan bahwa drone kamikaze yang digunakan Rusia adalah KUB-UAV buatan Zala Aero, anak perusahaan Kalashnikov Group. (more…)
Sejak serangan yang dilancarkan Rusia pada 24 Februari lalu, praktis berita didominasi oleh langkah operasi militer Rusia yang merangsek masuk wilayah Ukraina timur. Militer Ukraina pun tak tinggal diam, perlawanan sengit dilakukan di darat dan udara guna menahan laju pasukan Rusia. Dan baru pada 25 Februari ini, untuk pertama kalinya Ukraina melakukan serangan balasan langsung ke wilayah Rusia. (more…)
Peran drone tak bisa dilepaskan dari peperangan di Ukraina, selain masif diberitakan seputar aksi drone tempur Bayraktar TB2 dalam menggasak sasaran kendaraan tempur Rusia, rupanya ada jenis drone intai produksi dalam negeri yang berperan aktif dalam misi Intelligence, Surveillance and Reconnaissance (ISR). Drone yang dimaksud adalah Leleka 100 yang digunakan Angkatan Darat Ukraina. (more…)
Mendapat tekanan dan sanksi berat dari beberapa negara, menjadikan setiap langkah yang diambil militer Rusia harus dihitung secara cermat, pasalnya Rusia punya aset militer yang besar dan strategis di beberapa wilayah, yang notabene mampu membuat ‘sesuatu’ yang signifikan pada lawan-lawannya bila Vladimir Putin memerintahkan. (more…)
Rusia telah mengerahkan arsenal kekuatan daratnya secara maksimal dalam operasi militernya di Ukraina. Lantaran bermain total, maka seabreg alutsista mulai dari yang lekat ditelinga sampai yang asing didengar, telah dimunculkan dalam meladeni peperangan merebut kota-kota penting di Ukraina. (more…)
Aviation Industry Corporation of China (AVIC) yang menaungi Shenyang Aircraft Corporation (SAC), manufaktur yang memproduksi jet tempur FC-31 Gyrfalcon, menyatakan akan mendirikan kantor baru untuk fokus pada penjualan dan promosi ekspor penempur stealth tersebut. (more…)
Swedia rupanya mendobrak tradisi, dikenal sebagai negara yang menjunjung netralitas, namun pada konflik Rusia dan Ukraina, negara skandinavia itu telah memposisikan dirinya untuk mendukung penuh militer Ukraina. Perubahan arah politik Swedia ini pun banyak dikaitkan dengan beragam isu, seperti adanya ancaman dari Rusia kepada Swedia dan Finlandia, jika kedua negara netral itu bergabung ke NATO. (more…)
Bicara tentang teknologi kapal selam, maka yang menjadi acuan bagi Israel adalah Jerman, dimana hampir sebagian besar armada kaal selam Israel berasal dari rancangan Jerman. Saat ini tumpuan kapal selam Israel ada pada Dolphin Class, tiga unit Dolphin Class (batch I) sudah beroperasi dan Dolphin Class (batch II) kini dua unit juga sudah beroperasi, dan tinggal menyisakan satu unit yang telah diluncurkan galangan Howaldtswerke-Deutsche Werft – bagian dari ThyssenKrupp Marine Systems (TKMS). (more…)
Rapier sedang dipersiapkan oleh awak AD Inggris (Royal Army)
Cita rasa Inggris tak pelak dominan membawa pengaruh pada sistem rudal hanud (pertahanan udara) di Indonesia. Selain keberadaan rudal Starstreak yang kini dioperasikan Arhanud TNI AD, sebelum itu rudal hanud di Indonesia, juga di Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam, identik dengan sosok rudal SHORAD Rapier. (more…)
Selain pengiriman rudal anti tank FGM-148 Javelin, rupanya Washington masih melanjutkan pengiriman bantuan senjata untuk segmen senjata perorangan ke Ukraina. Jenis senjata yang dimaksud adalah M141 Bunker Defeat Munition (BDM). Wujudnya berupa senjata panggul, namun M141 bukanlah rudal, melainkan roket sekali pakai (sekali pakai) untuk menghancurkan sasaran berupa perkubuan atau bunker. (more…)