Usung Strategi Armada Nyamuk, Iran Pamer Fast Boat “27 Rajab” Pembawa Rudal Anti Kapal

Di tengah bergulirnya dialog diplomatik yang masih berlangsung antara Washington dan Teheran, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) justru memilih momen ini untuk menunjukkan kesiapan militernya ke hadapan publik. Melalui Angkatan Lautnya, IRGC secara resmi memperkenalkan kapal serbu cepat terbaru yang diberi nama 27 Rajab (Rajab 27th).
Baca juga: Tariq High Speed Missile Boat: ‘Jagoan’ Baru Iran Ladeni Perang Asimetris di Teluk Persia
Langkah memamerkan alutsista mematikan ini dinilai membawa pesan geopolitik yang kuat ke dunia internasional, sekaligus menegaskan bahwa Iran tetap bersiap menghadapi skenario terburuk di lautan meskipun meja perundingan sedang berjalan.
Prosesi peluncuran kapal serbu 27 Rajab ini dilakukan dengan cara yang terbilang unik karena mengincar atensi masyarakat luas. Alih-alih dilaksanakan di pangkalan militer yang tertutup, kapal ini dipamerkan langsung di Lapangan Enghelab (Revolusi) di jantung kota Teheran.
Acara pameran tersebut sengaja diselaraskan dengan momentum malam ke-90 aksi reli solidaritas populer yang marak digelar di ibu kota Iran. Melalui metode ini, pemerintah Iran tidak hanya bermaksud mengirimkan sinyal detérens kepada musuh-musuhnya, tetapi juga bermaksud membakar semangat nasionalisme dan dukungan domestik warganya.

Berdasarkan data teknis yang dirilis oleh media semiresmi Iran, Fars News Agency, perahu cepat ini memiliki spesifikasi yang sangat diwaspadai oleh para analis militer Barat. Kapal ini mengadopsi desain lambung trimaran atau tiga lambung pararel, sebuah rekayasa struktur yang memberikan stabilitas tinggi sekaligus kemampuan manuver tajam saat harus menerjang ombak ekstrem dengan ketinggian hingga tiga meter. Di sektor dapur pacu, monster laut ini diklaim mampu melesat hingga kecepatan luar biasa mencapai 100 knots atau setara dengan 185 kilometer per jam, menjadikannya salah satu wahana air bersenjata tercepat di dunia saat ini.
Meskipun ukurannya ringkas dan mengutamakan kecepatan, daya pukul yang diusung oleh 27 Rajab tidak bisa dipandang sebelah mata. Kapal cepat ini dirancang untuk mampu menggotong dan meluncurkan dua unit rudal jelajah anti-kapal berbasis laut yang memiliki jangkauan tembak hingga 700 kilometer.
Hingga saat ini, pihak militer Iran memang masih merahasiakan nama atau tipe spesifik dari rudal yang terpasang sebagai bagian dari taktik keamanan operasi dan perang urat syaraf. Kendati demikian, para pengamat militer berspekulasi bahwa senjata tersebut kemungkinan besar merupakan varian kompak atau turunan dari keluarga rudal jelajah jarak jauh Abu Mahdi yang memiliki kemampuan terbang sangat rendah di atas permukaan laut guna menghindari deteksi radar musuh.
🇮🇷 — During a pro-government rally at #Tehran‘s Englehab Square, the #IRGC revealed a new fast attack craft titled the “27 Rajab”.
Iranian media reports the 27 #Rajab is capable of firing two cruise missiles at a range of up to 700 kilometers, traveling up to 100 knots, and… pic.twitter.com/i0eDyNzC0p
— Mahalaxmi Ramanathan (@MahalaxmiRaman) May 31, 2026
Kehadiran 27 Rajab semakin mempertegas doktrin pertahanan maritim asimetris yang selama ini dianut oleh AL-IRGC di kawasan Teluk Persia dan Selat Hormuz. Sadar bahwa mereka akan kalah mentereng jika harus bertarung secara konvensional satu lawan satu melawan kapal perusak atau kapal induk Angkatan Laut Amerika Serikat, Iran lebih memilih berinvestasi pada konsep armada nyamuk.
Melalui strategi ini, ratusan perahu berukuran kecil, lincah, berkecepatan tinggi, dan dipersenjatai rudal maut akan dikerahkan secara massal untuk melakukan serangan gaya kawanan yang terkoordinasi. Taktik konfrontasi jarak dekat ini dinilai sangat ideal di Selat Hormuz yang sempit, di mana kapal-kapal perang besar milik Barat akan kehilangan ruang gerak dan kesulitan mengantisipasi datangnya ancaman dari berbagai penjuru mata angin secara bersamaan. (Gilang Perdana)


