Airbus Uji Teknologi HTeaming, Helikopter H135 Sukses Kendalikan Dua Drone dari Kapal Perang

Era pertempuran maritim masa depan yang mengintegrasikan wahana berawak dan tanpa awak (Crewed-Uncrewed Teaming / MUM-T) kini bukan lagi sekadar di atas kertas. Airbus Helicopters, bersama Angkatan Laut Spanyol (Spanish Navy) baru saja mengumumkan keberhasilan uji coba penerbangan taktis mutakhir yang menyatukan helikopter, kapal perang, dan dua jenis drone yang berbeda dalam satu jaringan tempur terintegrasi.
Baca juga: Bakamla: Pantau Laut Indonesia Dengan Drone Helikopter
Latihan taktis yang berlangsung di Rota, Spanyol, melibatkan kapal patroli lepas pantai (Offshore Patrol Vessel / OPV) SPS Rayo, satu unit helikopter H135 milik Angkatan Laut Spanyol, serta dua platform drone berkemampuan taktis, yaitu Airbus Flexrotor dan Alpha 900 besutan Alpha Unmanned Systems.
Menggunakan solusi teknologi canggih bernama HTeaming, latihan ini berhasil memvalidasi kendali real-time atas drone-drone tersebut, sekaligus mendistribusikan tangkapan citra secara instan antara sistem tanpa awak, helikopter, dan kapal perang guna membangun tautan operasional lintas domain (multi-domain operational link). Kemampuan ini memungkinkan kapal perang mengakses informasi intelijen kritis dari area yang berada jauh di luar jangkauan sensor organiknya langsung ke stasiun tempur.
Dalam skenario uji coba tersebut, kedua drone berhasil melakukan lepas landas (take-off) dan pendaratan (landing) langsung dari atas geladak kapal SPS Rayo yang sedang bergerak dinamis di lautan. Sementara itu, seorang pilot yang berada di dalam kokpit helikopter H135 bertindak sebagai komandan udara yang mengendalikan penuh pergerakan drone selama terbang menggunakan perangkat tablet HTeaming.
The exercise coordinated the vessel Rayo with an H135 helicopter and two uncrewed systems, the Airbus Flexrotor and Alpha Unmanned Systems´ A900. Utilising the HTeaming solution, it validated real-time drone control and imagery sharing to establish a multi-domain link. https://t.co/8OIszRjX9W pic.twitter.com/yEzw26Sqe0
— Airbus Helicopters (@AirbusHeli) May 20, 2026
Perangkat kendali modular buatan Airbus ini terbukti sangat agnostic (fleksibel) karena sukses mengintegrasikan drone pihak ketiga seperti Alpha 900 tanpa kendala sistem. Simulasi latihan dikemas dalam misi pengejaran kapal cepat (high-speed boat chase) dalam operasi maritim ISTAR (Intelligence, Surveillance, Target Acquisition, and Reconnaissance), di mana drone Flexrotor dan Alpha 900 bertugas melacak target bergerak dan mentransmisikan video langsung (live footage) secara simultan ke helikopter serta kapal perang.
Dalam skenario, seluruh data intelijen yang dipasok oleh drone berhasil diintegrasikan ke dalam NAIAD (Naval Advanced Integrated Autonomous Vehicles Defence system), yakni sistem integrasi taktis wahana tanpa awak milik perusahaan galangan kapal Navantia. Sistem ini kemudian mengalirkan komando, kendali, dan interoperabilitas penuh wahana udara, permukaan, serta bawah air ke dalam SCOMBA—sistem manajemen tempur (Combat Management System / CMS) utama milik Angkatan Laut Spanyol.

Jembatan data operasional ini dapat terwujud berkat pemrosesan data melalui Helicopter Integrated Tactical System (HITS), sebuah konsol taktis kembangan Airbus yang memastikan seluruh informasi kompatibel dengan sistem CMS kapal perang. (Gilang Perdana)


