Rusia Pamerkan Drone Kamikaze Geran-2 Versi Terbaru dengan Dual Mode Seeker di Victory Day 2026

Peringatan Hari Kemenangan (Victory Day) Rusia tahun ini menjadi ajang unjuk gigi bagi evolusi terbaru drone kamikaze (loitering munition) andalan Moskow, Geran-2. Salah satu unit yang mencuri perhatian adalah Geran-2 dengan nomor seri Ы80000 yang dipamerkan di Patriot Park, Kronstadt.
Berbeda dengan generasi awal yang hanya mengandalkan navigasi koordinat statis, varian terbaru ini kini dilengkapi dengan sistem pemandu ganda (dual-mode seeker) EO/IR (Electro-Optical/Infrared). Kehadiran sensor optik dan inframerah di hidung drone ini menandakan bahwa Geran-2 telah bertransformasi dari sekadar “rudal jelajah murah” menjadi pemburu aset militer yang mampu mengunci target bergerak secara presisi dalam kondisi gelap sekalipun.
Penambahan sensor inframerah dan optik ini memungkinkan Geran-2 tidak hanya menyerang koordinat tetap, tetapi juga mampu mengunci dan mengejar target yang memancarkan panas atau memiliki kontras visual tertentu, sehingga efektivitasnya dalam menghancurkan alutsista lawan di garis depan meningkat drastis.
Namun, melalui dukungan teknologi dari Iran yang terus diperbarui, Rusia kini menyematkan sistem anti-jamming pada modul GPS/GLONASS-nya. Puncaknya, pada varian terbaru yang muncul di Victory Day, penggunaan dual-mode seeker memungkinkan drone ini melakukan identifikasi target secara mandiri di fase akhir penerbangan, memberikan tingkat akurasi yang jauh melampaui varian standar.

Secara teknis, Geran-2 memiliki spesifikasi yang dirancang untuk misi penetrasi jarak jauh dengan biaya rendah namun tetap mematikan. Drone ini memiliki berat lepas landas sekitar 200 kilogram, di mana 50 kilogram di antaranya merupakan bobot hulu ledak high-explosive yang mampu menghancurkan struktur bangunan atau kendaraan lapis baja.
Ditenagai oleh mesin piston MD550 berdaya 50 hp, Geran-2 mampu melesat dengan kecepatan jelajah sekitar 150 hingga 180 km/jam, sebuah kecepatan yang relatif lambat namun efektif untuk menghemat bahan bakar guna mencapai jarak jangkau fantastis hingga 2.000 – 2.500 kilometer.
Russia’s Geran-2 loitering munition with serial number Ы80000, displayed at the Patriot Park exhibition in Kronstadt.
Russian military reliance on EO/IR dual-mode seeker-equipped Geran-2 loitering munitions has increased significantly over the past few months. pic.twitter.com/hFwUG4dsQK
— OSINTWarfare (@OSINTWarfare) May 10, 2026
Dengan dimensi bentang sayap mencapai 2,5 meter, drone ini mampu terbang pada ketinggian rendah untuk menghindari deteksi radar, menjadikannya senjata presisi jarak jauh yang sangat sulit diantisipasi oleh sistem pertahanan udara konvensional.
Geran-2 yang kini dipersenjatai sensor canggih ini menunjukkan pergeseran strategi tempur yang lebih efisien secara biaya. Dengan harga per unit yang jauh di bawah rudal jelajah konvensional, Geran-2 mampu memberikan efek kehancuran yang setara namun lebih sulit untuk ditangkis sepenuhnya oleh sistem pertahanan udara lawan.
Kamikaze drone “Geran-2” and “Geran-5”. https://t.co/W50xh91q6J pic.twitter.com/Z2m27kAbi4
— Massimo Frantarelli (@MrFrantarelli) May 9, 2026
Selain memamerkan Geran-2, dalam tayangan Victory Day tersebut Rusia juga memberikan kejutan dengan menampilkan peluncuran drone kamikaze dari kendaraan bergerak serta debut varian bermesin jet yang disebut Geran-5. Inovasi ini menegaskan bahwa kemitraan teknologi Rusia-Iran telah melahirkan ekosistem drone kamikaze yang semakin beragam dan mematikan di era peperangan modern. (Gilang Perdana)
Lawan Serangan Drone Masif: Rusia Luncurkan Serp-FPV, Perisai Elektronik untuk Kendaraan Tempur


