Setelah KC-135, Kini Pembom Strategis B-1B Lancer “Apocalypse II” Resmi Bangkit dari Boneyard

Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) kembali melakukan langkah strategis dengan menghidupkan kembali pembom supersonik B-1B Lancer dari “kuburan” pesawat Davis-Monthan AFB, Arizona. Pesawat pembom dengan nomor seri 86-0115, yang sebelumnya bernama Rage, kini resmi berganti identitas menjadi “Apocalypse II” setelah menjalani proses regenerasi intensif selama hampir dua tahun.

Baca juga: Analisis Citra Satelit Ungkap Kehancuran Masif Pangkalan AS Akibat Serangan Presisi Iran, F-35 Turut Menjadi Korban?

Langkah ini mengikuti jejak serupa yang dilakukan pada pesawat tanker KC-135 Stratotanker, menandakan tren di mana USAF lebih memilih menarik kembali aset lama dari penyimpanan boneyard daripada melakukan perbaikan struktur yang terlalu mahal pada unit yang ada.

Proses regenerasi 86-0115 dipimpin oleh Oklahoma City Air Logistics Complex di Tinker Air Force Base dan melibatkan lebih dari 200 personel yang bekerja dalam sif panjang. Tidak kurang dari 500 komponen harus diganti sebagai bagian dari perombakan sistem dan perbaikan struktural besar-besaran.

Sebelum dinyatakan layak terbang, pesawat ini bahkan sempat diuji terbang dalam konfigurasi logam polos (bare-metal) tanpa cat untuk memvalidasi seluruh sistem avionik dan hidroliknya. Menariknya, 86-0115 ditarik dari status penyimpanan Type 2000—kategori penyimpanan khusus di mana pesawat dirawat agar bisa diaktifkan kembali sewaktu-waktu untuk menggantikan unit yang hilang akibat kecelakaan atau kerusakan tempur.

Seperti dikutip The War Zone, keputusan untuk membangkitkan “Apocalypse II” didorong oleh kebutuhan mendesak untuk memenuhi persyaratan hukum dari Kongres AS yang mewajibkan USAF mempertahankan kekuatan minimal 45 unit B-1B Lancer. Pesawat ini diterbangkan ke Dyess AFB, Texas, untuk menggantikan unit bernomor seri 86-0126 yang mengalami kerusakan struktur berat.

Analisis militer menyimpulkan bahwa meregenerasi pesawat dari boneyard jauh lebih cepat, murah, dan rendah risiko dibandingkan melanjutkan proyek perbaikan struktural yang rumit dengan pihak Boeing. Ini bukan pertama kalinya USAF melakukan “kanibalisasi” dari boneyard; sebelumnya, B-1B bernama Lancelot serta pembom B-52 Wise Guy dan Ghost Rider juga pernah dipanggil kembali ke layanan aktif dengan alasan serupa.

Meskipun awalnya direncanakan pensiun pada 2030, B-1B Lancer kini diproyeksikan akan terus mengudara hingga setidaknya tahun 2037. Hal ini dikarenakan kapasitas angkut senjatanya yang belum tertandingi, terutama dalam peran baru sebagai platform peluncur rudal hipersonik seperti AGM-183 ARRW.

Dengan komitmen anggaran sebesar US$342 juta untuk modernisasi armada hingga tahun 2031, B-1B akan tetap menjadi andalan Pentagon dalam operasi jarak jauh di berbagai belahan dunia. Kehadiran “Apocalypse II” memastikan bahwa taring pembom supersonik ini tetap tajam hingga pembom generasi terbaru, B-21 Raider, siap sepenuhnya mengambil alih tongkat estafet pertahanan udara AS. (Bayu Pamungkas)

Proyek B-52J Dimulai: Lolos Audit Desain, Pembom Legendaris AS Segera Ganti Mesin Rolls-Royce

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *