Tag Archives: alutsista

Mandau Class: Generasi KCR TNI AL Warisan Orde Baru

19

Setelah perubahan haluan politik di akhir tahun 60-an, praktis kekuatan alutsista Indonesia mengalami kemunduran drastis. Di lini Satuan Kapal Cepat (Satkat), pada masa orde Soekarno, TNI AL begitu disegani dengan adanya KCR (Kapal Cepat Rudal) Komar Class buatan Uni Soviet, selain dibekali kanon laras kembar kaliber 25 mm, Komar Class saat itu menjadi momok yang menakutkan dengan rudal anti kapal SS-N2, atau akrab disebut Styx. Baca lebih lanjut

Tentang iklan-iklan ini

[Open Sale] Army Shirt Mil Mi-35P – Indonesian Flying Tank Buster

POSTERS-MI-35P-HIND

Puspenerbad TNI AD memang akan dilengkapi dengan heli tempur AH-64E Guardian, tapi karena dibeli gress dari pabrikan Boeing, kedatangan helikopter varian keluarga AH-64 Apache ini baru dijadwalkan tiba bertahap pada tahun 2017. Sementara menanti datangnya Guardian, kekuatan kavaleri udara TNI AD pun sejatinya sudah punya sosok helikopter kombatan jenis lain yang punya rekam jejak spektakuler di kancah beragam konflik dan peperangan, yang dimaksud tak lain helikopter Mil Mi-35P, ujung tombak kekuatan Skadron 31 Serbu Puspenerbad TNI AD. Baca lebih lanjut

WiSE: Konvergensi Kemampuan Kapal Cepat dengan Pesawat Udara Untuk Misi Militer

Aron-1

Untuk menjalankan tugas-tugas khusus, adalah lumrah bila pasukan khusus dibekali peralatan tempur dan wahana transportasi yang juga berkualifikasi khusus. Ambil contoh satuan elit Kopaska (Komando Pasukan Katak) TNI AL, untuk misi penyusupan di bawah air, mereka dibekali wahana seperti SEAL Carrier, Sea Shadow, dan untuk ship boarding ke kapal yang tengah dibajak, ada Sea Rider yang dibekali CANTOKA. Namun dalam konteks operasi khusus yang membutuhkan kecepatan reaksi, satuan seperti Kopaska ideal untuk dilengkapi wahana transpor yang menggabungkan keunggulan deliver pasukan lewat laut dengan ‘sentuhan’ udara. Baca lebih lanjut

APC dan IFV: Tulang Punggung Batalyon Infanteri Mekanis TNI AD

Sesuai tuntutan jaman, taktik dan strategi kemiliteran mengalami dinamika yang menarik untuk dicermati, bila sebelum tahun 2000, TNI AD masih berkutat pada pengembangan light infanteri atau infanteri berjalan, maka kini perlahan namun pasti, TNI AD mulai melengkapi unit tempur infanterinya dengan elemen yang lebih modern, yakni Infanteri Mekanis, atau dalam terminologi saat ini kondang disebut Batalyon Infanteri Mekanis (Yonif Mekanis). Baca lebih lanjut