Menjelang penggelaran Main Battle Tank M1A1 Abrams secara penuh oleh Ukraina, maka Amerika Serikat juga ikut meyertakan ransus (kendaraan khusus) lapis baja penembus/penghancur medan ranjau. Ransus yang dimaksud adalah M1150 Assault Breacher Vehicle (ABV) yang dibangun dari sasis MBT Abrams. Pengerahan M1150 ABV menjadi krusial mengingat tidak sedikit ranpur lapis baja Ukraina yang rontok akibat ledakan ranjau darat. (more…)
Sebagai sebuah sistem, alutsista seperti rudal dan drone dirancang dan dibangun dari beragam jenis komponen, dan tak jarang komponen berteknologi tinggi itu berasal dari ‘impor’ tak resmi. Seperti saat terjadi konflik, membongkar alias unboxing alutsista lawan menjadi aktivitas yang menarik, yang tak jarang ada temuan bahwa alutsista yang dimaksud justru menggunakan komponen asal negara-negara yang notebene menjadi lawan. (more…)
MSI Defense Systems Ltd, manufaktur persenjataan dari Inggris, di Indonesia dikenal sebagai pemasok kanon Seahawk pada beberapa kapal patroli PC-40M TNI AL, namun, selain memasok kanon untuk kapal perang permukaan, MSI Defense juga memproduksi sistem pertahanan udara terintegrasi modular mobile yang disebut Terrahawk Paladin. (more…)
Ketika pasukan khusus Rusia mulai mengerahkan robot atau Unmanned Ground Vehicle (UGV) Hedgehog pada peperangan yang brutal dari parit ke parit, maka kubu Ukraina pun tak tinggal diam, dikabarkan telah meluncur UGV yang juga beroda ban, yakni Ratel-S (Honey Badger). Meski sama-sama berpenggerak 4×4 dan berukuran mini, namun tupoksi Ratel-S lebih ditekankan sebagai UGV kamikaze. (more…)
Dari segi kemampuan, sistem hanud S-400 Triumph digadang sebagai pengusung rudal anti serangan udara jarak jauh. Sebut saja di arsenal hanud S-400 ada rudal 9M96E dengan jangkauan 40 km, rudal 9M96E2 dengan jangkauan 120 km, rudal 48N6 dengan jangkauan 250 km dan rudal 40N6E dengan jangkauan 400 km. Itu artinya sistem hanud S-400 secara teori dapat menghancurkan setiap jet tempur dan helikopter Ukraina yang berada di dalam teritorial mereka. Namun, untuk mendeteksi sasaran dalam jarak sejauh, sistem hanud S-400 perlu mendapat bantuan. (more…)
Pasca serangan balasan yang gagal pada bulan Juni lalu, Ukraina kian berhati-hati untuk melakukan operasi ofensif, khususnya di wilayah Zaporizhzhia dan Oblast Donetsk yang saat ini diduduki oleh Rusia. Meski begitu, pengerahan unit-unit kavaleri yang didukung Main Battle Tank (MBT) tetap dilakukan dalam skala kecil untuk menghidari kerugian akibat tebaran ranjau darat. Dan belum lama ini, dikabarkan militer Ukraija telah kehilangan tiga unit MBT Lopard 2 dalam serangan berturut-turut. (more…)
Dari beragam rudal hanud (pertahanan udara) yang dipasok ke Ukraina, maka yang paling tua adalah rudal hanud jarak menengah MIM-23 Hawk, maklum rudal ini meluncur perdana pada tahun 1960. Setidaknya ada empat peluncur MIM-23 Hawk yang telah dikirim dari Spanyol ke Ukraina. Lantaran usianya yang telah sepuh, maka menjadi tanda tanya, apakah rudal hanud legendaris dari era perang dingin ini mampu dioperasikan secara optimal oleh Ukraina? (more…)
Berita yang satu ini mungkin ibarat promosi gratis bagi SZ DJI Technology Co., Ltd, khususnya setelah Perdana Menteri Ukraina Denys Shmyhal mengatakan bahwa negaranya sangat bergantung pada drone DJI buatan Cina untuk kebutuhan militer. Lebih fantastis, Shmyhal menyebut Ukraina secara efektif membeli 60 persen pasokan drone quadcopter DJI Mavic series secara global. (more…)
Buntut dari konflik antara Hamas dan Israel, membuat perhatian para donatur persenjataan Ukraina terbelah. Meski begitu, Presiden Ukraina Zelenskyy punya strategi untuk mempertahankan perhatian dan dukungan Barat, salah satunya dengan serangan rudal balistik taktis MGM-140 ATACMS (Army Tactical Missile System) yang dipasok secara diam-diam oleh AS, yang telah digunakan untuk menyerang pangkalan udara (lanud) Rusia. (more…)
Meski Timur Tengah membara dengan perang antara Hamas/Hizbullah versus Israel, tapi itu tak menyurutukan bara pertempuran antara Ukraina versus Rusia. Menyambut datangnya musim dingin, justru kedua kubu mengerahkan senjata yang lebih lethal. Sebelum Amerika Serikat mengonfirmasi pengiriman rudal balistik taktis MGM-140 Army Tactical Missile System (ATACMS) yang diluncurkan pada M142 High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS), maka Rusia lebih dulu menggelar alutsista yang punya daya deteren tak kalah mengerikan, yakni TOS-2 Tosochka. (more…)