Ukraina punya pengalaman buruk terkait ranjau darat, seperti beberapa waktu lalu puluhan ranpur lapis baja, termasuk Main Battle Tank (MBT) Leopard 2 dan Infantry Fighting Vehicle (IFV) M2 Bradley, menjadi korban jebakan di ladang ranjau dalam seragan balik yang tadinya dilancarkan ke garis pertahanan pasukan Rusia. Belajar dari pengalaman pahit, kini pasukan Ukraina akan mendeteksi keberadaan ranjau darat lewat drone. (more…)
Meski Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace blak-blakan mengkritik Ukraina karena terus-menerus meminta pasokan senjata dari negara sekutu menyusul invasi Rusia yang tak kunjung berakhir. Namun, sejauh ini komitmen Inggris tak goyah untuk terus mendukung Ukraina, termasuk dalam pasokan alutsista. Seperti kabar terbaru menyebut bahwa Inggris tengah mempersiapkan pengiriman Main Battle Tank (MBT) Chieftain untuk Ukraina. (more…)
Konflik tak bisa dilepaskan dari peluang bisnis, setelah sebelumnya Amerika Serikat berencana membeli kembali (buy back) ratusan peluncur rudal hanud lawas MIM-23 Hawk dari Taiwan, dengan maksud untuk dikirim ke Ukraina. Kini ada kabar lanjutan, bahwa Taiwan berencana untuk membeli sistem hanud NASAMS (National Advanced Surface-to-Air Missile Systems) langsung dari Amerika Serikat. (more…)
Sejak invasi Rusia pada 24 Februari 2022, maka struktur rudal hanud (pertahanan udara) Ukraina mengenal sistem berlapis, dalam ini berlapis jenis dan merek, pasalnya Ukraina menerima pasokan rudal hanud dari Amerika Serikat dan negara-negara Barat, melengkapi sistem rudal hanud eksisting dari era Uni Soviet. Yang menarik, dalam waktu dekat, struktur kekuatan rudal hanud Ukraina akan mengalami perubahan secara signifikan. (more…)
Dengan eskalasi tingkat tinggi, maka lazim bila banyak pesawat dan drone intai terbang di sekitar udara Ukraina. Secara bergilir, unsur intai yang melibatkan pesawat AWACS (Airborne Warning and Control System) dari Amerika Serika dan negara NATO meronda ruang udara di kawasan yang tengah berkecamuk. (more…)
Uji coba peluncuran bom (inert) B61 dari F-16 Fighting Falcon.
Walau sampai saat ini belum mendapatkan lampu hijau dari Washington, aliansi negara pendukung Ukraina terus mendorong pelibatan jet tempur F-16 Fighting Falcon untuk dapat berlaga di perang Ukraina guna menghadapi jet tempur Rusia. Sejauh ini, Belanda dan Denmark telah siap memasok F-16 untuk Angkatan Udara Ukraina. (more…)
Meski pasar ekspor produk pertahanan Rusia terdampak dari perang yang berkecamuk di Ukraina. Namun, perang dalam sisi lain menjadi peluang pemasaran pada produk persenjataan terpilih, khususnya pada alutsista yang meraih predikat battle proven dengan kill probability yang tinggi. (more…)
Lepaskan Parachute Flare, Sukhoi Su-35 Rusia ‘Gocek’ Drone Tempur MQ-9 Reaper AS di Langit SuriahHubungan antara Amerika Serikat dan Rusia ibarat api dalam sekam, meski kedua negara masih berhubungan diplomatik, tetapi gesekan akibat konfik di Ukraina telah membuat kedua negara saling sikut dalam perang proxy. Salah satu buntut dari panasnya hubungan AS dan Rusia tercermin dalam operasi militer di Suriah. (more…)
Meski menjadi salah satu donatur persenjataan dalam jumlah besar ke Ukraina, namun, sampai saat ini belum ada rencana dari Perancis untuk mengirimkan Main Battle Tank (MBT) Leclerc ke medan perang di Ukraina. Hal berbeda dengan MBT Leopard 2 yang telah merasakan kerasnya pertempuran menghadapi Rusia. Tapi ada yang menarik dicermati, bahwa Perancis melakukan upgrade besar-besaran pada Leclerc, setelah melihat apa yang dialami MBT Leopard 2. (more…)
Zubr class, sampai saat ini dikenal sebagai Landing Craft Air Cushion (LCAC) atau hovercraft terbesar di dunia. Dibangun Ukraina saat era kejayaan Uni Soviet, kini justru Zubr class debutnya lebih populer digunakan oleh Cina. Sang Naga mengoperasikan empat unit Zubr class, dan kabarnya ada dua lagi yang sedang dalam proses pembangunan. Identik sebagai wahana serbu amfibi, keberadaan Zubr class kerap dikaitkan dengan upaya Cina untuk menginvasi Taiwan. (more…)