Arsenal Rudal Masih Utuh! Iran Berhasil Bongkar Puluhan Pintu Bungker Bawah Tanah yang Dibom AS-Israel

Strategi serangan udara masif yang dilancarkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel untuk melumpuhkan total kemampuan serangan balik Iran tampaknya harus menghadapi kenyataan pahit di lapangan.
Berdasarkan analisis citra satelit terbaru yang dirilis oleh Airbus Defence and Space dan dilaporkan oleh Times of Israel, Teheran dilaporkan berhasil memulihkan sebagian besar infrastruktur pangkalan rudal bawah tanah mereka yang sebelumnya sempat hancur dan tertimbun akibat gelombang pengeboman dalam perang belakangan ini.
Data satelit menunjukkan bahwa para militer Iran telah berhasil membongkar dan membuka kembali sekitar 50 dari total 69 pintu masuk terowongan (tunnel entrances) yang tersebar di 18 fasilitas rudal bawah tanah rahasia di seluruh negeri. Keberhasilan rekonstruksi kilat ini langsung memicu kekhawatiran baru di kalangan intelijen Barat, yang kini menilai bahwa rezim Teheran telah kembali berada dalam posisi siap tempur untuk meluncurkan gelombang rudal balistik jarak jauh ke arah Israel maupun pangkalan-pangkalan militer sekutu di Timur Tengah.
Selama jalannya pertempuran sebelum gencatan senjata dideklarasikan, Washington dan Tel Aviv memang sengaja menerapkan doktrin pengemboman taktis yang berfokus pada penghancuran jalan akses, infrastruktur peluncuran, serta menutup rapat mulut terowongan pangkalan bawah tanah Iran. Strategi ini awalnya dirancang untuk mengubur hidup-hidup persenjataan musuh di dalam perut bumi dan mencegah kru peluncur membawa keluar rudal-rudal tersebut.
Iran ‘rapidly digging out its buried arsenals’ — sat images ‘reviewed by CNN’ show
50 out of the 69 tunnel entrances struck by the US and Israel ‘UNBLOCKED’
Video: May 9 PressTV footage
MTodayNews pic.twitter.com/Sk9MeN71OI
— Jack Straw (@JackStr42679640) May 31, 2026
Namun, kalkulasi militer Barat terbukti meleset akibat kokohnya struktur bungker granit dan pegunungan batu yang melindungi pangkalan tersebut, sehingga sebagian besar dari sekitar 1.000 unit stok rudal balistik Iran sama sekali tidak tersentuh oleh hulu ledak bom penembus bungker (bunker buster) milik AS maupun Israel.
Begitu masa jeda pertempuran dimulai, Iran langsung mengerahkan alat-alat berat taktis sederhana seperti buldozer, ekskavator, dan truk jungkit untuk menyingkirkan puing-puing beton serta menguruk kembali kawah bekas bom di sepanjang jalan akses utama.
WATCH: Iran has reportedly used bulldozers and dump trucks to clear and reopen around 50 blocked tunnel entrances across 18 underground missile sites during a ceasefire period, restoring access to missile systems previously sealed inside mountain bunkers after U.S. and Israeli… pic.twitter.com/TjlX0P4Xh4
— WAR (@warsurv) May 28, 2026
Para pengamat militer dan pakar non-proliferasi senjata internasional menilai fenomena ini secara jelas memperlihatkan keterbatasan nyata dari kampanye pengeboman udara modern berskala besar yang diagungkan Barat. Sangat ironis ketika sekutu harus menghabiskan biaya yang sangat mahal untuk memproduksi senjata berpemandu presisi tinggi demi meruntuhkan sebuah objek, namun pihak lawan mampu memulihkan fungsi taktisnya hanya dengan menggunakan teknologi konstruksi berbiaya sangat rendah.
Intelijen AS bahkan mengakui bahwa kecepatan rekonstruksi infrastruktur militer yang dilakukan oleh Teheran telah melompati seluruh prediksi lini masa yang sebelumnya disusun oleh komunitas intelijen Barat. Dengan terbukanya kembali puluhan gerbang terowongan ini, Iran kini dipastikan siap mempertahankan kemampuan penuh untuk mengoperasikan kembali skuadron peluncur rudal mandiri mereka, sekalipun fasilitas manufaktur dan rantai pasokan komponen elektronik di permukaan tanah telah hancur lebur akibat perang. (Gilang Perdana)
Siasat di Gurun Xinjiang: Cara Cina Bikin Intelijen AS Pusing Lacak Rudal Nuklir


