Korps Marinir AS (USMC) baru saja mencatatkan tonggak sejarah penting dalam modernisasi kekuatan amfibinya. Melalui serangkaian uji coba intensif yang dilakukan di Amphibious Vehicle Test Branch (AVTB) di Camp Pendleton, ranpur roda ban Advanced Reconnaissance Vehicle (ARV) 8×8 varian kanon 30mm berhasil memvalidasi kemampuan tempurnya dalam skenario transisi dari laut ke darat. (more…)
Korps Marinir Amerika Serikat (USMC) mengambil langkah signifikan dalam memodernisasi kekuatan tembak bantuan jarak dekatnya. Melalui pengumuman resmi pada 24 Februari 2026, perusahaan Global Military Products (bagian dari Global Ordnance) mengonfirmasi perolehan kontrak senilai US$4,9 juta untuk mengirimkan sistem mortir mekatronik operasional Scorpion Light kepada USMC. (more…)
Modernisasi alat utama sistem persenjataan tidak selalu harus ditempuh dengan pengadaan unit baru yang mahal. Sebuah terobosan signifikan muncul dari kolaborasi strategis antara Litbang TNI AD, Pussenif, dan perusahaan swasta nasional Hariff Defense melalui Sistem Penembakan Mortir berbasis Komputer (Sisbak Mortir). (more…)
30 Januari 2026 adalah tanggal sakral bagi ranpur amfibi (panser amfibi/pansam) BTR-50P, pasalnya ranpur APC (Armoured Personnel Carrier) amfibi legendaris tersebut itu telah mencapai usia pengabdian 72 tahun. (more…)
Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Ondas Holdings, dikabarkan tengah dalam proses negosiasi serius untuk mengakuisisi mPrest, perusahaan perangkat lunak asal Israel yang dikenal sebagai “otak” di balik sistem pertahanan rudal Iron Dome. Kesepakatan yang diperkirakan bernilai US$200 juta (sekitar Rp3,1 triliun) ini menjadi sorotan tajam, mengingat peran krusial mPrest dalam arsitektur keamanan Israel dan adopsi sistem serupa oleh militer Amerika Serikat. (more…)
Korps Marinir Amerika Serikat (USMC) telah mengambil langkah strategis untuk memodernisasi kekuatan tempur tingkat regu dengan menggandeng perusahaan teknologi pertahanan Anduril Industries. Melalui kontrak senilai US$23,9 juta, Anduril akan melengkapi personel Marinir dengan Bolt-M, sebuah amunisi loitering (drone kamikaze) canggih yang dirancang untuk dibawa di dalam tas punggung (man-packable). (more…)
Seperti halnya di Indonesia, Korps Marinir di Korea Selatan adalah elemen tempur yang berada di bawah angkatan laut, dan pada 11 Desember 2025, Korps Marinir Korea Selatan (Korsel) mendapatkan perkuatan berupa hadirnya alutsista baru, yaitu kapal tempur (combat vessel), yang merupakan pertama kali diadopsi oleh Korps Marinir Negeri Ginseng. (more…)
Banyak yang mengira bahwa ranpur (kendaraan tempur) amfibi milik Korps Marinir ini tidak akan kembali lagi ke Indonesia, maklum penugasan ranpur APC beroda ban 8×8 ini begitu lama di wilayah operasi. Namun, ada kabar baik bagi Resimen Kavaleri 1 Marinir (Menkav 1 Mar) yang pada tanggal 10 November 2025, telah menerima kembali 12 unit BTR-80A setelah 16 tahun dioperasikan dalam mendukung misi UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon). (more…)
Sebagai rudal anti kapal pesisir (coastal missile defence), nama rudal Brahmos sudah lekat sebagai arsenal alutsista Korps Marinir Filipina. Dan setelah beberapa gelombang (batch) pengiriman dari India, untuk pertama kali Korps Marinir Filipina meresmikan baterai atau kompi pertama rudal anti kapal Brahmos. (more…)
Mendukung penempatan Marine Rotational Force – Darwin (MRF-D), mobilitas ribuan pasukan marinir AS (USMC) di ujung utara Australia diperkuat dengan pesawat tiltrotor MV-22 Osprey. Dan terkait eksistensi dari unit tempur yang ditempatkan secara rotasi tersebut, kini elemen armada MV-22 Osprey berstatus ditempatkan semi permanen di Australia. (more…)