
Tak ada yang menyangkal keampuhan drone copter FPV (First Person View) dalam perang di Ukraina. Dengan FPV maka drone dapat dinavigasi secara jelas dari ‘kacamata’ pilotnya. Bahkan untuk keperluan dokumentasi plus propaganda, visual yang dihasilkan drone FPV saat mengenai sasaran mampu menciptakan impresi. Namun, tantangan dari drone quadcopter FPV terbentur pada jangkauannya yang terbatas. (more…)

Selain unjuk kemampuan rudal jelajah dan drone kamikaze, medan perang Ukraina diwarnai dengan penggunaan proyektil artileri berpemandu, yang menjadikan proyektil (munisi) dari howitzer 155 mm dapat melesat menuju sasaran dengan akurasi tinggi laksana rudal. Lantaran ada unsur pemandu yang mengadopsi sistem elektronik, maka terbuka peluang untuk melakukan jamming alias gangguan pada proyektil pintar. (more…)

Dalam perang yang berlangsung panjang, segala taktik sah-sah saja untuk dijajal, termasuk menggunakan taktik era perang dingin yang menempatkan rudal anti tank pada suatu ketinggian (dengan crane). Bila pada zaman perang dingin platform yang digunakan adalah Main Battle Tank (MBT), maka dalam lperang di Ukraina, terungkap penggunaan lengan crane dari sebuah truk untuk meluncurkan rudal anti tank. (more…)

Apa yang selama ini dikhawatirkan militer Brasil sepertinya bakal menjadi kenyataan, dengan melonjaknya permintaan suku cadang dan komponen untuk Main Battle Tank (MBT) Leopard 1A5 dalam laga perang Ukraina, rupanya berdampak pada permintaan impor suku cadang yang dibutuhkan Angkatan Darat Brasil yang kini mengoperasikan 116 unit Leopard 1A5BR. (more…)

Dilibatkan secara masif dalam perang di Ukraina, nama drone kamikaze Shahed-136 produksi Iran sangat dikenal oleh netizen. Serangan kawanan Shahed-136 yang diluncurkan Rusia, menjadi momok yang menakutkan bagi pertahanan Ukraina. Belakangan, Shahed-136 telah diproduksi oleh Rusia dengan label Geran-2. Nah, tahukah Anda, bahwa ‘nenek moyang’ Shahed-136 ternyata bukan dari Israel. (more…)

Sejak diluncurkan oleh pabrikan, umumnya butuh waktu tak sebentar bagi sebuah produk alutsista untuk bisa sukses di pasar ekspor. Namun, ada jalan pintas bila tak ingin menunggu terlalu lama, salah satunya dengan mengirim alutsista yang dimaksud ke medan peperangan. Biar afdol, alutsista tersebut digunakan oleh militer asing, sehingga bila sukses akan meraih predikat battle proven dengan lebih ‘dipercaya’. (more…)

Meski ada bantahan dari Korea Utara yang menyatakan tidak memasok persenjataan ke Rusia dalam kampanye mendukung perang di Ukraina. Namun, informasi yang disampaikan Badan intelijen militer Korea Selatan melaporkan bahwa Korea Utara telah memasok berbagai sistem rudal balistik ke Rusia. Bahkan secara spesifik, informasi intelijen dari Seoul juga merinci jenis-jenis senjata balistik yang dimaksud. (more…)

Menjelang penggelaran Main Battle Tank M1A1 Abrams secara penuh oleh Ukraina, maka Amerika Serikat juga ikut meyertakan ransus (kendaraan khusus) lapis baja penembus/penghancur medan ranjau. Ransus yang dimaksud adalah M1150 Assault Breacher Vehicle (ABV) yang dibangun dari sasis MBT Abrams. Pengerahan M1150 ABV menjadi krusial mengingat tidak sedikit ranpur lapis baja Ukraina yang rontok akibat ledakan ranjau darat. (more…)

Sebagai sebuah sistem, alutsista seperti rudal dan drone dirancang dan dibangun dari beragam jenis komponen, dan tak jarang komponen berteknologi tinggi itu berasal dari ‘impor’ tak resmi. Seperti saat terjadi konflik, membongkar alias unboxing alutsista lawan menjadi aktivitas yang menarik, yang tak jarang ada temuan bahwa alutsista yang dimaksud justru menggunakan komponen asal negara-negara yang notebene menjadi lawan. (more…)

MSI Defense Systems Ltd, manufaktur persenjataan dari Inggris, di Indonesia dikenal sebagai pemasok kanon Seahawk pada beberapa kapal patroli PC-40M TNI AL, namun, selain memasok kanon untuk kapal perang permukaan, MSI Defense juga memproduksi sistem pertahanan udara terintegrasi modular mobile yang disebut Terrahawk Paladin. (more…)