Dalam Kecepatan Supersonik, Jet Tempur Rafale Sukses Uji Tembak Rudal Udara ke Udara MICA NG

Angkatan Bersenjata Perancis sukses menorehkan milestone krusial dalam program modernisasi persenjataan udara mereka. Pada 1 Juni 2026, sebuah jet tempur Rafale berhasil melaksanakan uji tembak perdana rudal udara ke udara generasi terbaru, MICA NG (Next Generation), dalam kondisi penerbangan supersonik.
Baca juga: Macron: “Di Tahun 2030, Jet Tempur Perancis Seluruhnya adalah Rafale”
Pengujian yang digelar di pangkalan uji coba rudal Mediterania milik Direktorat Jenderal Persenjataan (DGA) Essais de missiles ini melibatkan kolaborasi erat antara MBDA, Dassault Aviation, serta Angkatan Udara Perancis. Berbeda dengan uji pandu pertama pada 19 June 2025 yang berfokus pada rantai pemanduan inframerah terhadap target, uji coba kedua di atas kecepatan Mach 1 ini sengaja dirancang untuk menguji ketahanan ekstrem sensor pencari (seeker) inframerah rudal terhadap stres termal masif yang dihasilkan oleh gesekan udara berkecepatan tinggi.
Keberhasilan ini sekaligus menjadi pembuktian vital bahwa sistem sensor MICA NG tetap mampu mengunci dan memburu target secara presisi meski berada di bawah suhu panas ekstrem, sebuah kapabilitas yang sangat dibutuhkan dalam misi intersepsi cepat di era modern.
Keberhasilan uji coba supersonik ini menjadi sangat krusial mengingat doktrin pertempuran udara masa depan kian bertumpu pada kemampuan mendeteksi serta mengeliminasi target-target asimetris dengan tingkat keterbacaan rendah (low-signature), seperti pesawat siluman, rudal jelajah, dan drone intai. Masalah utama penerbangan supersonik selama ini adalah pemanasan aerodinamis yang dapat memicu distorsi panas pada kubah sensor inframerah, sehingga mengurangi kontras termal antara target dan latar belakangnya.
🚀 A major milestone for #MICA NG.
Successful second development firing from a #Rafale, including the programme’s first-ever #supersonic flight test.
🎯 Validation of key infrared seeker performance.
👏 Congrats to MBDA, @DGA, @Dassault_OnAir and @Armee_de_lair teams. pic.twitter.com/arngDDh8ae
— MBDA (@MBDAGroup) June 5, 2026
Namun, dalam uji coba terbaru ini, varian MICA IR NG sukses memvalidasi kemampuan akuisisi sensor, pelacakan target, pemanduan rudal, serta integrasi sistem senjata pada platform Rafale secara sempurna tanpa terganggu oleh kebisingan termal atmosfer. Di bawah payung Undang-Undang Pemrograman Militer, Perancis telah memesan total 567 unit rudal MICA NG operasional guna menggantikan secara progresif inventaris rudal MICA generasi lama pada armada Rafale, Mirage 2000-5, dan Mirage 2000D yang dimodernisasi sepanjang dekade mendatang.
Dari spesifikasi teknis, MBDA mendesain MICA NG dengan mempertahankan dimensi eksternal pendahulunya demi menjaga keselarasan aerodinamis dan prosedur peluncuran pada jet tempur—memiliki panjang 3,1 meter, diameter 160 mm, serta bobot total 112 kg. Kendati tampilan luarnya serupa, arsitektur internal rudal ini telah dirombak total melalui miniaturisasi komponen elektronik yang menyisakan ruang internal lebih luas untuk kompartemen propulsi dan sensor.
Indonesia Resmi Terima Batch Pertama Rafale, Kejutan Rudal Meteor Singkirkan Bayang-Bayang Embargo
MICA NG hadir dalam dua varian yang menggunakan sasis serupa, yakni MICA IR NG yang mengandalkan pemandu pasif matrix imaging infrared generasi baru untuk penyerangan senyap tanpa emisi radar, serta MICA EM NG yang mengadopsi pencari radar aktif Active Electronically Scanned Array (AESA) untuk keunggulan bertempur di segala cuaca. Peningkatan daya pemrosesan komputer internalnya membuat kedua varian ini sangat andal dalam mengklasifikasikan target siluman yang memiliki jejak radar kecil maupun penurunan emisi panas.
Lompatan performa paling radikal dari aspek kinematika MICA NG adalah adopsi mesin roket propelan padat pulsa ganda (dual-pulse solid-fuel rocket motor). Teknologi propulsi dua fase ini mengoreksi kelemahan fatal rudal konvensional yang kehabisan energi di akhir fase penerbangan; pulsa pertama bertugas melontarkan rudal seketika pasca-peluncuran, sementara pulsa kedua akan menyala menjelang fase terminal guna mempertahankan kecepatan tinggi dan kelincahan ekstrem saat mengejar target yang bermanuver tajam.
[#Essai 📋] MICA NG
La DGA procède au 1er tir de développement du missile MICA NG de @MBDAGroup depuis un Rafale ⤵️@Armees_Gouv @Armee_de_lair @MarineNationale @Dassault_OnAir pic.twitter.com/oodHfLGwo6
— Direction générale de l’armement 🇫🇷 (@DGA) June 20, 2025
Berkat teknologi ini, jangkauan tembak rudal melonjak drastis hingga 40 persen dibandingkan versi lawas, dengan estimasi jarak jangkau maksimal merangkak hingga 150 kilometer. Keunggulan taktis ini diperkuat dengan fitur Thrust-Vector Control (TVC) pada nosel roket serta sirip kendali berpenampang panjang (long-chord) yang memastikan rudal memiliki tingkat manuverabilitas superior sepanjang profil penerbangannya.
Di samping itu, MICA NG tetap mewarisi kemampuan legendaris over-the-shoulder engagement yang memungkinkannya mengunci target yang berada tepat di belakang pesawat peluncur setelah rudal lepas dari rel. Sistem pemanduannya mengombinasikan navigasi inersia, two-way datalink untuk pembaruan koordinat target di tengah jalan, serta mode operasional Lock-On-Before-Launch (LOBL) maupun Lock-On-After-Launch (LOAL). Lewat mode LOAL dan integrasi jaringan tempur, Rafale dapat meluncurkan MICA NG ke target yang berada di luar sudut pandang radar jet peluncur dengan memanfaatkan pasokan data taktis dari platform pihak ketiga dalam satu jaringan udara.
Fleksibilitas peluncuran 360 derajat, integrasi dengan bidikan helm pilot (helmet-mounted sight), serta kemampuan menahan energi terminal yang tinggi memosisikan MICA NG sebagai pelengkap sempurna bagi rudal jarak jauh Meteor, sekaligus menjadi senjata andalan baru yang siap mengamankan dominasi ruang udara dari ancaman jet tempur maupun drone modern. (Gilang Perdana)
Presiden Prabowo Terima Helm Pilot Tempur Rafale, Jika Itu Scorpion HMD, Ini Kecanggihannya!


