Turki Pamerkan Guchan: Mesin ‘Monster’ 42.000 Lbs untuk Kandaskan Dominasi F-35 Lightning II

Dunia dirgantara internasional dikejutkan dengan kemunculan mendadak mesin turbofan terbaru Turki, Güçhan (dibaca: Guchan), dalam pameran SAHA 2026 di Istanbul. Tanpa adanya pengumuman kontrak atau uji terbang sebelumnya, mesin kelas 42.000 lbf ini hadir sebagai “proyek hitam” yang dikelola langsung oleh Pusat Litbang Kementerian Pertahanan Turki.

Baca juga: Kejutan! Indonesia Jadi Pelanggan Ekspor Pertama di Dunia untuk Drone Siluman Kızılelma

Kehadiran Guchan secara resmi menempatkan Turki dalam jajaran elit negara produsen mesin jet high-thrust, bersanding dengan teknologi Amerika Serikat (F-35 dan F-22), Rusia (Su-57), dan Cina (J-20).

Secara teknis, spesifikasi Guchan sangat provokatif karena langsung membidik performa mesin Pratt & Whitney F135 yang digunakan jet tempur siluman F-35 Lightning II. Dengan daya dorong mencapai 42.000 lbf, Güçhan hanya terpaut tipis di bawah F135 (43.000 lbf) dan melampaui mesin F119 pada F-22 Raptor.

Dimensi diameter Guchan yang mencapai 46,5 inci pun hampir identik dengan F135, menandakan bahwa mesin ini memang dirancang untuk integrasi pada platform jet tempur generasi kelima yang membutuhkan profil siluman tinggi, akselerasi cepat, dan kemampuan afterburning yang intens.

Yang menarik bagi para pengamat militer adalah nilai bypass ratio Guchan yang berada di angka 0.68:1. Angka ini secara tegas menunjukkan bahwa Guchan adalah mesin tempur murni (low-bypass), bukan mesin transportasi atau latih. Arsitektur ini memungkinkan energi panas dialirkan langsung melalui inti pembakaran untuk menghasilkan kecepatan jet yang sangat tinggi, sebuah syarat mutlak bagi pesawat tempur yang mengincar kemampuan supercruise dan manuver ekstrem. Langkah ini sekaligus menjadi jawaban atas tantangan manajemen termal dan integrasi energi tempur yang selama ini menjadi rahasia paling dijaga ketat oleh manufaktur mesin Barat.

Munculnya Guchan di tengah pengembangan program mesin TF35000 (35.000 lbf) memicu spekulasi mengenai strategi ganda Ankara. Ada kemungkinan Güçhan disiapkan untuk varian tercanggih KAAN di masa depan atau justru untuk pesawat tempur tak berawak (UCAV) generasi berikutnya yang bersifat rahasia.

Namun, poin yang paling fundamental bagi Turki adalah kedaulatan industri. Dengan Guchan, Ankara berupaya memutus total ketergantungan pada mesin General Electric F110 milik AS, memastikan bahwa produksi, operasional, dan izin ekspor jet tempur masa depan Turki tidak lagi bisa didikte oleh kebijakan Washington. (Bayu Pamungkas)

Australia Sukses Produksi Hulu Ledak Bom Pintar, Siap Dipasang di Jet Tempur F-35A

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *