Senat AS Sahkan Maverick Act, Tiga Jet Tempur F-14D Tomcat Bakal Kembali Mengudara

Kabar gembira datang bagi para pecinta jet tempur legendaris “Top Gun”, F-14 Tomcat. Senat Amerika Serikat secara resmi telah mengesahkan Maverick Act, sebuah undang-undang khusus yang memberikan otorisasi kepada Angkatan Laut AS (US Navy) untuk mentransfer tiga unit surplus F-14D Tomcat ke Komisi U.S. Space and Rocket Center di Huntsville, Alabama.
Baca juga: MIG-21 Fishbed: Pencegat Terpopuler Sejagad
Ketiga jet tempur sayap ayun yang sudah lama dipensiunkan tersebut (nomor biro 164341, 164602, dan 159437) akan dikirimkan lengkap dengan suku cadang yang diperlukan. Menariknya, legislasi ini secara eksplisit mengizinkan adanya potensi restorasi pesawat hingga ke kondisi layak terbang (flying condition) untuk tujuan edukasi dan pameran, sebuah langkah langka bagi alutsista yang telah lama masuk “kotak”.
Salah satu unit yang menjadi sorotan utama dalam transfer ini adalah F-14 dengan nomor biro 159437, yang lebih dikenal dengan call sign “Fast Eagle 107”. Pesawat ini bukan sekadar jet tua; ia merupakan veteran sejarah yang terlibat langsung dalam insiden Teluk Sidra tahun 1989, di mana saat itu F-14 dari skuadron VF-41 berhasil menjatuhkan dua jet tempur MiG-23 milik Libya.
Kehadiran pesawat dengan rekam jejak tempur yang nyata ini diharapkan menjadi daya tarik edukasi yang luar biasa, sekaligus menjadi penghormatan atas pengabdian panjang armada Tomcat yang telah dipensiunkan sepenuhnya oleh AS sejak tahun 2006.

Proses restorasi ini menjadi tantangan teknis tersendiri mengingat AS telah menghancurkan sebagian besar inventaris suku cadang F-14 guna mencegah penyelundupan komponen ke Iran, satu-satunya operator Tomcat yang tersisa di dunia. Namun, melalui Maverick Act, penyediaan suku cadang yang masih tersisa di gudang penyimpanan surplus akan diatur secara ketat untuk mendukung misi di Huntsville tersebut. Jika restorasi ini berhasil mencapai kondisi layak terbang, maka ini akan menjadi pemandangan yang sangat langka melihat sayap lipat (swing-wing) Tomcat kembali membelah langit Amerika di bawah pengelolaan institusi sipil/edukasi.
Keputusan Senat ini tidak hanya dipandang sebagai upaya pelestarian sejarah, tetapi juga sebagai alat inspirasi bagi generasi muda di bidang dirgantara dan teknologi roket. Dengan menempatkan Tomcat di U.S. Space and Rocket Center, jet tempur ini akan bersanding dengan artefak penjelajahan ruang angkasa lainnya, menyimbolkan puncak kejayaan rekayasa mekanik era Perang Dingin.

Bagi komunitas aviasi global, Maverick Act adalah harapan baru untuk melihat kembali sang “Kucing Jantan” beraksi di udara, membuktikan bahwa teknologi legendaris tidak akan pernah benar-benar mati selama ada kemauan politik dan dedikasi teknis untuk menghidupkannya kembali.
Secara teknis, F-14D Tomcat merupakan varian tercanggih dari keluarga Tomcat yang dikenal dengan julukan “Super Tomcat”. Jet tempur kursi ganda ini ditenagai oleh dua mesin turbofan General Electric F110-GE-400 yang mampu menghasilkan daya dorong maksimal hingga 24.000 pon dengan afterburner, memungkinkannya melesat hingga kecepatan Mach 2,34.
The Maverick Act just passed the Senate, allowing the US Navy to transfer a trio of retired F-14D Tomcats and necessary spare parts to the U.S. Space and Rocket Center.
The F-14s have also been authorized to potentially be restored to flying condition. pic.twitter.com/lIA6gcQRfv
— OSINTtechnical (@Osinttechnical) May 7, 2026
Ciri khas utamanya terletak pada sayap geometri variabel (swing-wing) yang dapat berubah sudut secara otomatis dari 20° hingga 68° untuk mengoptimalkan performa saat manuver kecepatan rendah maupun intersep kecepatan tinggi.
Dari sisi persenjataan, F-14D adalah platform eksklusif untuk rudal udara-ke-udara jarak jauh AIM-54 Phoenix yang mampu menghantam target hingga jarak 190 km, didukung oleh radar AN/APG-71 yang sanggup melacak hingga 24 target secara bersamaan. Kombinasi antara jangkauan radar yang fenomenal dan kecepatan intersep yang tinggi menjadikannya salah satu jet tempur paling disegani dalam sejarah supremasi udara Angkatan Laut Amerika Serikat. (Gilang Perdana)


