Cina Resmi Operasikan MBT Type 100 (ZTZ-100): Tank Generasi Keempat dengan ‘Unmanned Turret’ dan Teknologi Hybrid

Militer Cina (PLA) secara tidak langsung telah mengonfirmasi pengoperasian tank tempur utama (Main Battle Tank – MBT) terbaru mereka, Type 100 (ZTZ-100). Melalui rekaman latihan yang dirilis pada 4 Mei 2026, tank ini resmi memasuki layanan aktif setelah pertama kali menampakkan diri ke publik pada parade kemenangan di Beijing, 3 September 2025.

Baca juga: Rheinmetall L/44 120mm: Senjata Pamungkas MBT Leopard 2A4 Revolution TNI AD

Kehadiran Type 100 menandai pergeseran paradigma kavaleri China, dari yang sebelumnya mengandalkan proteksi lapis baja berat menjadi platform yang digerakkan oleh sensor dan integrasi jaringan digital. Dikembangkan oleh Institut Riset 201 dan diproduksi oleh Pabrik Tank Baotou, MBT ini diposisikan sebagai elemen kunci dalam menghadapi lawan berteknologi tinggi seperti Amerika Serikat.

Salah satu fitur paling revolusioner dari Type 100 adalah penggunaan unmanned turret (kubah tanpa awak). Seluruh kru yang terdiri dari tiga orang (komandan, penembak, dan pengemudi) ditempatkan di dalam kapsul lapis baja tertutup di bagian depan lambung (hull). Desain ini secara fisik memisahkan kru dari amunisi yang disimpan di turret, meningkatkan peluang bertahan hidup jika terjadi penetrasi.

Layout ini mirip dengan konsep T-14 Armata Rusia atau AbramsX milik AS. Dengan tinggi hanya sekitar 2,2 hingga 2,5 meter, Type 100 memiliki profil yang sangat rendah, membuatnya sulit dideteksi secara visual di medan tempur.

Berbeda dengan standar MBT modern yang menggunakan kaliber 120mm atau 125mm, Type 100 justru mengusung meriam smoothbore 105mm. Namun, jangan remehkan daya pukulnya. Meriam ini dilengkapi dengan autoloader (kecepatan tembak 8-12 butir per menit) dan menggunakan proyektil APFSDS dengan kecepatan moncong mencapai 1.706 m/s.

Penggunaan propelan baru yang lebih kuat diklaim mampu menyamai kemampuan penetrasi meriam 120mm standar NATO. Selain itu, tank ini dilengkapi senapan mesin koaksial 7,62mm QJY-201 dan stasiun senjata kendali jarak jauh (RWS) 12,7mm yang khusus dikonfigurasi untuk peran pertahanan udara dan kontra-drone.

Type 100 adalah “simpul tempur digital”. Turret-nya dikelilingi oleh empat panel radar phased-array yang memberikan cakupan 360 derajat untuk mendeteksi ancaman, termasuk serangan dari atas (top-attack).

Kru tidak lagi mengandalkan periskop tradisional, melainkan menggunakan helm Augmented Reality (AR). Sistem ini menggabungkan umpan kamera eksternal, data radar, dan sensor inframerah ke dalam satu tampilan terpadu di depan mata kru, memungkinkan mereka “melihat menembus” badan tank.

Sektor mobilitas juga mendapat pembaruan radikal dengan penggunaan mesin Hybrid Diesel-Electric bertenaga 1.500 hp. Dengan bobot tempur berkisar antara 35 hingga 45 ton, Type 100 memiliki rasio power-to-weight yang sangat tinggi (33-40 hp/ton).

Tank ini mampu melaju hingga 80 km/jam di jalan raya. Keunggulan utamanya adalah kemampuan silent movement menggunakan motor listrik untuk melakukan pengintaian atau penyergapan tanpa suara dan dengan jejak panas (inframerah) yang sangat minim.

Meskipun belum ada angka resmi, analis pertahanan dari Army Recognition memperkirakan biaya per unit Type 100 berada di kisaran US$4,5 juta hingga US$7,5 juta. Sebagai perbandingan, harga ini berada di posisi menengah; lebih mahal dari T-90M Rusia (US$3-4,5 juta) namun masih jauh lebih murah dibanding M1A2 SEPv3 AS yang harganya melampaui US$10 juta.

Saat ini, Type 100 masih dalam fase produksi awal (Low-Rate Initial Production). Di masa depan, MBT ini akan beroperasi berdampingan dengan tank berat Type 99A dan tank ringan Type 15, membentuk struktur armada campuran yang sangat fleksibel untuk berbagai skenario perang multi-domain. (Bayu Pamungkas)

Bergepanzer 3Ri Buffalo TNI AD: Armoured Recovery Vehicle dengan Kemampuan Plus+

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *