M113 A1: Transformasi Dari APC Hingga IFV Berdaya Gempur Sedang

hut

Gelaran HUT TNI Ke-69 di Dermaga Koarmatim Surabaya, Jawa Timur (7/10), masih menyisakan decak kagum bagi warga di Tanah Air. Sesuai janji panitia, sebagian besar alutsista dihadirkan dalam wujud defile besar-besaran. Bagi pemerhati alutsista, kehadiran tipe-tipe alat perang yang dipamerkan sudah bisa ditebak sejak lama. Tapi nyatanya ada satu jenis alutsista yang lolos dari pantauan, dan ranpur ini memang baru mendarat sekitar H-7 lewat layanan cargo di bandara Soekarno Hatta. Uniknya, awal terendusnya sosok alutsista ini lebih banyak membuat ‘kaget’ ketimbang rasa bangga. Baca lebih lanjut

Tentang iklan-iklan ini

CANTOKA: Tumpas Perompak, Inilah Wahana Ship Boarding Kopaska TNI AL

IMG_20141008_090817

Bila suatu waktu terjadi aksi pembajakan kapal di lautan, maka satuan elit TNI yang mendapat order penugasan pertama adalah Kopaska (Komando Pasukan Katak) TNI AL. Satuan inilah yang memang punya spesialisasi utama penanggulangan teror aspek laut. Bila disejajarkan fungsinya di unit elit tempur AS, Kopaska bisa disejajarkan dengan US Navy SEALS. Karena punya tugas dan kemampuan khusus, tak heran bila Kopaska dibekali kelengkapan senjata dan wahana yang unik. Baca lebih lanjut

Tribal Class TNI AL: Frigat Multi Peran Warisan Perang Malvinas

KRI333HASANUDDIN.jpg~original

KRI Hasanuddin 333

Jenis frigat ini memang telah berlalu dari etalase armada kapal perang TNI AL, meski begitu, Tribal class punya arti penting bagi sejarah perkembangan alutsista TNI AL. Lewat Tribal class, Satuan Kapal Eskorta (Satkor) TNI AL untuk pertama kalinya dikenalkan dengan sosok rudal hanud Sea Cat. Dan, lewat Tribal class TNI AL juga mulai mengadopsi helikopter AKS (anti kapal selam) Wasp, yakni jenis helikopter pertama yang terintegrasi dengan sistem senjata kapal perang. Baca lebih lanjut

Denel NTW-20: Senapan Anti Material Taifib Korps Marinir TNI AL

e0043290_09074221

Indonesia sebagai negara dengan kekuatan militer terbesar di Asia Tenggara, sudah tentu beragam unit pasukan elitnya akrab dengan jenis senapan sniper atau senapan runduk, utamanya dari kaliber 7,62 mm. Nama-nama senjata sniper seperti Galil dari Israel, G-3 SG-1, AI Artic Warfare, Steyr SSG-69, hingga SPR-1 buatan Pindad, mungkin sudah akrab di telinga para pemerhati persenjataan nasional. Tapi senjata diatas disasar untuk membidik target berupa manusia. Lalu bagaimana dengan misi sniper yang lain, seperti menyasar target peralatan militer sekelas rantis, ranpur atau bahkan menembus ketebalan tembok? Mampukah tugas sniper yang gerak geriknya serba senyap menggasak sasaran yang tergolong high value tersebut? Baca lebih lanjut