Eurosatory 2026 menjadi saksi lahirnya kolaborasi strategis antara Hanwha Aerospace (Korea Selatan) dan Thales Group dari Perancis, yang secara resmi menandatangani MoU untuk memperkuat kerja sama di bidang sistem serangan presisi jarak jauh berbasis darat (land-based long-range precision strike). (more…)
Upaya menuju kemandirian industri pertahanan dalam negeri ditunjukkan oleh TNI AL, Komandan Pasmar 2, Mayjen TNI (Mar) Oni Junianto, menyaksikan langsung uji coba penembakan roket Wrap Around Fin Aerial Rocket (WAFAR) RD70 yang berlangsung di Lapangan Tembak Nanggala, Depohar 60, Desa Poko, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. (more…)
Singapura kembali memperkokoh taring militer mereka di kawasan Asia Tenggara lewat investasi teknologi pertahanan yang masif dan presisi. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat secara resmi telah memberikan lampu hijau kepada Kongres pada 15 Juni 2026 terkait potensi penjualan militer asing (Foreign Military Sales/FMS) senilai US$73 juta kepada Singapura. (more…)
Persiapan pameran pertahanan World Defense Show 2026 (8-12 Februari 2026) di Riyadh, Arab Saudi, semakin memanas dengan tibanya jet kargo raksasa Ilyushin Il-76 milik Rusia. Selain membawa panser BTR-22 8×8, pesawat tersebut juga membawa aset strategis dari lini artileri medan, Sarma MLRS (Multiple Launch Rocket System) kaliber 300 mm. (more…)
Kemunculan M142 HIMARS (High Mobility Artillery Rocket System) pada tahun 1993, dilanjutkan dengan dioperasikan Angkatan Darat AS (US Army) sejak Juni 2005, telah memicu perhatian Cina akan kemampuan sistem artileri roket MLRS yang modern, yang belakangan telah terbukti battle proven di palagan Irak dan Ukraina. Dan sebagai tandingan, Cina kemudian menghadirkan “Chinese HIMARS” PHL-16. (more…)
Taiwan diwartakan berencana untuk membeli tambahan 28 unit M142 High Mobility Artillery Rocket Systems (HIMARS), serta sembilan set tambahan sistem rudal hanud National Advanced Surface-to-Air Missile Systems (NASAMS). Taiwan sebelumnya telah membeli 29 peluncur HIMARS dari AS dan menerima 11 unit peluncur pertama tahun lalu. (more…)
Meski jumlahnya tidak diketahui, ada kabar Korps Marinir dalam waktu tak lama lagi bakal mengoperasikan senjata lawan tank atau roket anti tank disposable (peluncur sekali buang), menjadikan Korps Marinir sejajar dengan infanteri TNI AD dan Kopasgat TNI AU yang lebih dulu mengoperasikan roket anti tank disposable, meski dari merek yang berbeda. (more…)
Meski disebut sempat ‘babak belur’ akibat serangan presisi Israel pada akhir Oktober lalu, namun Iran tidak memperlihatkan kegoyahannya, terkhusus pada pengembangan satelit militer, selain mendapat dukungan teknologi dan peluncuran dari fasilitas milik Rusia di Kosmodrom Baikonur, Iran juga punya kemampuan meluncurkan satelit dengan roket di dalam negeri. (more…)
Meski baru digunakan secara terbatas, MLRS (Multiple Launch Rocket System) kaliber 122 mm sudah digunakan sejak lama sebagai arsenal senjata yang dipasang di kapal perang. Dengan daya hancurnya yang besar, MLRS dengan roket 122 mm dominan digunakan sebagai senjata bantuan untuk tembakan ke arah pantai atau pesisir yang dikuasai musuh. (more…)
Mengulang yang telah dilakukan pada tahun 2017, Resimen Artileri Korps Marinir TNI AL diwartakan akan melakukan uji tembak MLRS (Multiple Launch Rocket System) RM70 Grad yang ditempatkan di atas deck kapal perang. Menjadikan alutsista dari Batalyon Roket Marinir berubah peran sebagai senjata penggebuk dari tengah laut. (more…)