Sewaco: Sistem Senjata Terpadu Armada TNI AL

KRI Diponegoro 365, salah satu kapal perang TNI AL dengan Sewaco mutakhir

KRI Diponegoro 365, salah satu kapal perang TNI AL dengan Sewaco mutakhir

Kecanggihan pesenjataan suatu kapal perang dapat diukur dari sistem Sewaco (Sensor, Weapon, and Command) yang menyertainya. Sistem Sewaco kapal perang dipusatkan pada ruang PIT (pusat informasi tempur) , yang juga merupakan pusat pengendalian kapal atau lazim disebut pos komando umum. Di ruang PIT atau disebut juga sebagai Combat Information Center (CIC), terdapat berbagai peralatan yang diawaki oleh beberapa operator, termasuk di dalamnya komandan kapal. Peran komandan kapal adalah memimpin dan mengendalikan kapal dalam menyikapi berbagai ancaman.

1

Pusat informasi tempur pada USS Reuben James, frigat berpeluru kendali AL

Operator pada pusat informasi tempur sedang melakukan kendali tembakkan.

Operator pada pusat informasi tempur sedang melakukan kendali tembakkan.

Secara simultan dan otomatis, Sewaco mampu menghadapi sasaran di permukaan, sasaran di udara, dan sasaran bawah air secara sekaligus. Dengan data radar dan sensor, target dapat divisualisasikan di layar radar dengan video sentetis. Berbagai peralatan atau konsol kendali senjata di PIT mencakup :

1. TOCOS (Torpedo Control Console)
Merupakan konsol pengendalian senjata torpedo yang secara otomatis dapat menampilkan gambaran video sinstetis dan hasil perhitungannya pada saat penembakkan, selama dalam lintasan dan saat perkenaan ke sasaran. Gambaran video sinstetis yang tampil di layar radar akan memudahkan perwira senjata dan komandan untuk membuat keputusan taktis.

559884100_8c87726655_z

2. SONAR (Sound Navigation and Ranging)
Merupakan peralatan sonar untuk mencari dan melacak sasaran bawah air, terutama kapal selam.

3. OPTRONIC (Optical Electronics)
Merupakan alat optis yang berfungsi untuk mengikuti dan melacak sasaran udara atau sasaran permukaan dengan bantuan sinyal yang di dapat dari kamera TV. Selanjutnya dari alat ini dapat dilaksanakan penembakkan ke sasaran bila sudah mencapai jarak tembak. Pada prinsipnya alat ini merupakan integrasi dari sensor, pengolah data dan senjata sekaligus. Salah satu unit senjata yang menjadi bagian sistem ini adalah kanon OTO Melara pada korvet SIGMA TNI AL. Secara umum, yang masuk di dalam optronic adalah :
a. Optronic Director, alat ini diletakkan pada bagian atas kapal, terdiri atas lensa tele, kamera TV, dan laser. Optronic ini tidak diawaki oleh operator.
b. Optronic Control Console, berfungsi untuk mengendlikan sistem dan mengikuti sasaran. Operator secara visual dapat melihat sasaran.
c. Target Designation Sight (TDS), merupakan teropong penunjuk sasaran dan diletakkan di atas geladak kapal . Perangkat ini dijalankan oleh seorang personel.

Perangkat TDS, berada di anjungan dan dioperasikan oleh seorang awak.

Perangkat TDS, berada di anjungan dan dioperasikan oleh seorang awak.

4. Weapon Control Console (WCC). Konsol pengendali senjata, khususnya kanon yang berperan dalam fungsi teknik dan operasional. Fungsi teknik seperti pengolah data, penampil data, dan pengendali senjata. Fungsi operasional antara lain melaksanakan operasi pertahanan udara dan operasi pertempuran laut. Dalan menunjang kebutuhan operasional, peran WCC tidak lepas dari hubungannya dengan aneka perangkat sensor. WCC umumnya diawaki oleh dua orang personel.

5. Konsol Peralatan Perang Elektronika
Peralatan peperangan elektronika yang dimaksud adalah ESM (Electronic Surveillance Measure) yang diintegrasikan dengan sistem chaff. Operator akan mencari, mendeteksi, melokalisasi, dan mencatat semua pancaran gelombang elektromagnetik. Kegiatan intersepsi yang dilakukan operator ESM merupakan langkah awal dan menjadi dasar dari pengumpulan data lawan. Analisa gelombang elektromagnetik yang didapat merupakan bahan pertimbangan untuk melaksanakan aksi tempur di laut. Sistem chaff yakni pengangkis serangan rudal.

6. Tactital Display Console (TDC)
Merupakan konsol taktik untuk membantu komandan dan perwira operasi dalam memecahkan situasi taktis tempur di laut. Selanjutnya peralatan ini dapat memonitor segala kegiatan dan aksi yang dilaksanakan oleh peralatan lain, seperti TOCOS, Sonar, Optronic, WCC, ESM, dan IFF (identifation friend or foe).

7. Identification Friend or Foe (IFF)
Perangkat untuk mengidentifikasi obyek yang tertangkap radar sebagai lawan atau kawan. Sasaran yang diterima oleh IFF bukan merupakan echo yang dipantulkan, akan tetapi merupakan pulsa-pulsa jawaban (reply). Dua bagian IFF adalah peralatan interrogator dan tranponder. Operator TDC biasanya merangkap sebagai pengendali IFF.

8. Meja Plot Otomatis
Peralatan ini berperan untuk membantu komandan kapal dalam menampilkan gambaran taktis di laut. Kemampuan pelacakan (tracking) sasaran meja plot terdiri dari sasaran yang dapat dilacak secara otomatis dan manual. Data dan instruksi ke meja plot untuk menampilkan gambar dimasukka melalui keyboard. Meja plot ini diawaki oleh satu orang awak. Disamping kedelapan peralatan tadi, masih ada perangkat komunikasi, pengendali kanon (meriam), dan lainnya.

peristiwa-penembakan-yakhont-05

Tentang iklan-iklan ini

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s