CIS AGL 40: Pelontar Granat Otomatis Andalan Rantis TNI

land_rover_defender_08_of_82

Untuk segmen senjata serbu yang dioperasikan perorangan, bisa dibilang AGL-40 tidak hanya mematikan, tapi sekaligus mampu menghancurkan target lawan secara masif. Inilah kebisaan yang ditawarkan dari pelontar granat otomatis alias AGL (automatic grenade launcher) 40.

Kelebihan senjata ini tak lain karena pengoperasiannya yang praktis tetapi punya daya hancur yang  lumayan dahsyat. Jenis amunisinya pun unik, berbentuk mirip ‘deodorant,’ granet kaliber 40 mm ini juga dapat dilontarkan dalam platform senjata serbu seperti M-16 A1/A2. M-16 biasa ditambahkan pelontar granat M203 single shot weapon yang baru digunakan US Army pada awal 1970. M203 efektif memberikan daya deteren kepada musuh.  Serupa dengan M-16, bahkan senapan serbu SS-1juga punya varian SS-1 SPG-1A yang dibekali pelontar granat 40 mm. Baik M-16 dan SS-1 merupakan senapan serbu kaliber 5,6 mm standar TNI.

M16-A1 dengan pelontar granat M203

M16-A1 dengan pelontar granat M203

Personel Korps Marinir TNI AL menyandang SS-1 SPG-1

Personel Korps Marinir TNI AL menyandang SS-1 SPG-1

Kembali ke CIS 40 AGL, pelontar granat otomatis ini punya kemampuan meluncurkan proyetil sejauh 2.200 meter. Dengan pola linked belt, AGL ini dapat memuntahkan antara 350 hingga 500 granat per menit. Bisa kebayang, bagaimana sasaran yang bisa dihancurkan, pastinya sangat luar biasa daya rusaknya. Proyetil granat ini pun meluncur cukup cepat ke target, yakni 242 meter per detik. Karena kinerjanya yang tinggi, dalam operasi pertempuran laras bisa sangat cepat panas. Sesuai petunjuk dari produsennnya, untuk keamanan maka setiap 10.000 kali tembakan laras harus diganti.

Dalam penggunaanya, CIS AGL 40 biasanya memakain cartridge box yang berisi 32 butir amunisi. Dengan Tipe amunisi CIS AGL 40 terbagi dua, yaitu high velocity dan low velocity. Sedangkan untuk hulu ledak tersedia dengan pilihan HE (high explosive), HEDP (high explosive dual purpose), flare, thermobaric, target practice, infra red illumination, dan non lethal. Yang terakhir non lethal bisa difungsikan sepeti granat asap dalam pembubaran demonstrasi. Sementara bicara soal daya hancur, dengan hulu ledak HE dampak ledakan bisa dirasakan hingga radius 30 meter. Wow!

Land Rover Defender MRCV Kopassus dengan 40 AGL

Land Rover Defender MRCV Kopassus dengan AGL 40 pada dudukan rollbar

land_rover_defender_28_of_82
land_rover_defender_79_of_82

Pelontar granat ini dirancang antara tahun 1986 – 1989 oleh Singapura. Mulai dari rancangan hingga produksi perdana dilakukan oleh Chartered Industries of Singapore (CIS) – sekarang ST Kinetics. CIS AGL 40 resmi diproduksi sejak 1991 hingga kini. Selain memperkuat AB Singapura, senjata ini nyatanya telah diproduksi berdasarkan lisensi oleh Pindad dengan sebutan seri SPG-3. Selain Indonesia, AGL 40 juga digunakan oleh AB Thailand, Uruguay, Sri Lanka, Peru, Filipina, Maroko, Mexico, dan Georgia. Dalam bentuk yang relative serupa, pelontar granat otomatis dengan kaliber 40 mm juga diproduksi oleh negara lain, seperti MK 19 buatan AS, Denel Y3 AGL buatan Afrika Selatan, AGS-17 (kaliber 30 mm) buatan Rusia, dan Heckler & Koch GMG dari Jerman.

Karena unggul dalam mobilitas dan praktis dalam gelar tempur, AGL 40 bisa dibilang ‘laris manis’ digunakan di lingkungan TNI. Satuan elit yang sudah terang-terangan meminang senjata ini adalah Kopassus TNI AD dan Kopaska TNI AL. Kopassus terlihat mengadopsi AGL 40 pada rantis (kendaraan taktis) di jeep Land Rover Defender MRCV, P1 Pakci, Alvis Mamba, Flyer 4×4, dan Casspir MK3. Sementara Kopaska terlihat telah memasang AGL 40 pada X38 Combat Boat. Lain dari itu AGL 40 juga dipasang sebagai pilihan senjata pada panser Anoa 6×6 buatan Pindad dan ranpur sepuh BTR-40. Kesemuanya memperlakukan AGL 40 sebagai senjata portable, yang sewaktu-waktu dapat dilepas.

40mm annunition ST Kinetics
IMAG0239

CIS 40GL

Bila diusung oleh personel infrantri, karena bobotnya AGL harus menggunakan tripod

Bila diusung oleh personel infrantri, karena bobotnya AGL harus menggunakan tripod

Meski bisa dioperasikan oleh seorang personel, bobot senjata ini yang mencapai 33 kg menjadikannya harus didudukan dalam platform tripod. Sementara bila di jeep Land Rover Kopassus nampak dipasang pada dudukan rollbar. Di lingkungan Asia Tenggara, AGL 40 telah digunakan dalam kancah pertempuran, diantaranya dioperasikan oleh Marinir Filipina dalam perang anti gerilya. Bagaimana dengan medan operasi di Indonesia? Boleh jadi AGL 40 atau SPG-3 pernah digunakan dalam operasi militer di NAD. (Haryo Adjie Nogo Seno)

Spesifikasi AGL 40

  • Produksi         : Singapura – lisensi oleh Pindad sebagai SPG-3
  • Kaliber             : 40×53 mm
  • Panjang senjata        : 966 mm
  • Berat            : 33 kg
  • Kecepatan proyektil    : 242 meter per detik
  • Kecepatan tembak     : 350 – 500 amunisi per menit
  • Jarak tembak max     : 2.200 meter
  • Usia laras         : 10.000x tembakan
Tentang iklan-iklan ini

6 responses to “CIS AGL 40: Pelontar Granat Otomatis Andalan Rantis TNI

  1. selain agl40 TNI masih punya antitank yg gak pernah di ulas indomiliter sprti:lrac strim89mm,ambrush,C90,PF89,CARLGUSTAV M84,M80,NLAW,RPG7,AT5spandrel,metis m,dan rencana zepelin-jadi fakta TNI-RI miliki alutsista standar deteren-juga sy usul pesawat TA50 ATACK EAGLE pesanan RI segera di kirim’ ke tnah air-sebab negara korea kini diambang perang-takut nya pesawat udah beres kena serang korea utara

    • Terima kasih atas infonya :-)

    • maap bukannye kalo kebanyakan jenis dan jumlahnya ketengan jadi malah tidak STANDAR? :) kalo hanya untuk sekelas AGL dan ATGM keknye blm dibilang ada deterjen yg “berbusa” deh kecuali AURI punya S-300PMU atau BUK-M1/2 trus AL punya fregat 3 dimensi yg mumpuni minimal kek gepard classnye vietnam,stereguchy (sedih kl inget kgk jd beli) dan KILO class subs

      • Mas orbashit,kita realistis ajah.ALRI mampunya cuma beli KCR sama KS changbogo.itu aja dibanyakin trs sebar ke seluruh perairan indo.nanti kalau perang kapal angkut dan bantuan singadapur n malayshit di keroyok KCR trs korvet/fregat nya di urus changbogo.KS mereka biar di beresin CN235 MPA yg dipesenjatai rudal/torpedo.nah,KRI KRI tua kita yg gak berguna di medan perang krn kalah teknologi jadiin umpan aja atau tenggelamin di bagian laut tertentu yg dangkal sbg barikade kapal selam.sip kan idenya?

      • @kamerad wehrmacht….hmmm kalo dibilang indo hanya “mampu” segitu keknye enggak juga deh…contoh yakk dari segi GDP ajah indo tuh udah di atas myanmar,vietnam,kamboja dan bangladesh (belom dibanding negeri2x kanibal di afrika sana loh) tp toh negeri2x tersebut malah “shopping spree” tuh :) ini berita terbaru bangladesh teken kontrak 1 billion USD untuk beli/upgrade sistem senjata/radar mereka ke russia, shopping listnye: MIG-29 SMT,BTR-80,YAK-130,SA-6 gainful (fully upgraded),MI-17(1) dll) ;-)

  2. mantap…
    Hidup TNI…

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s