LG-1 MK II 105mm : Howitzer Artileri Medan Korps Marinir TNI AL

LG-1 MK II Korps Marinir TNI AL

Di sekitar tahun 2003, Pemerintah Indonesia pernah menerapkan status Darurat Militer di Nanggroe Aceh Darusssalam (NAD). Diantara sekian operasi tempur yang difokuskan untuk menghancurkan basis GAM (Gerakan Aceh Merdeka) di Tanah Rencong, salah satunya dilakukan lewat operasi pendaratan amfibi oleh Batalyon Tim Pendarat 1 Korps Marinir TNI AL asal Surabaya.

Operasi pendaratan Korps Marinir di pantai Samalanga, Bireun – NAD, terbilang sukses dengan menerjuknkan unsur BTP (Batalyon Tim Pendarat), lengkap dengan unsur infantri dan kavaleri. Tak itu saja, untuk menerobos basis GAM, kekuatan pemukul infantri marinir juga didukung oleh satuan artileri medan. Dalam sebuah tayangan di Televisi kala itu, ada yang cukup unik di mata penulis, yakni tampilnya sosok meriam jenis baru, tak lain adalah LG-1 MK II Howitzer kaliber 105mm. Dalam operasi pendaratan di pantai Samalanga, setidaknya ada 6 pucuk LG-1 MK II yang dibawa Korps Marinir.

Menurut sumber dari Janes Defence, LG-1 MK II sudah mulai memperkuat Batalyon Artileri Howitser pada Resimen Artileri Korps Marinir pada awal 1994. Jumlah meriam LG-1 MK II yang kini memperkuat Korps Marinir ada 20 pucuk, dan ditempatkan pada Batalyon Howitser 1 – Resimen Artileri 1 (Surabaya – Jawa Timurr) dan Batalyon Howitser 2 – Resimen Artileri 2 (Cilandak – Jakarta Selatan).

LG-1 MK II dalam sebuah latihan penembakkan

Dilihat dari klasifikasi kaliber dan bobotnya, LG-1 MK II termasuk meriam ringan yang mempunyai daya hancur cukup besar. Meriam ini awalnya dirancang dan diproduksi oleh GIAT Industrie, manukfaktur alutsista dari Perancis, dan sekarang sudah beralih kepemilikannya oleh Nexter System. LG-1 terbilang meriam jenis anyar di pangsa senjata, karena prototipe-nya baru selesai pada tahun 1987. Awalnya LG-1 hadir atas kebutuhan pasukan pemukul reaksi cepat Perancis yang menginginkan meriam artiler medan ringan dengan mobiltas tinggi. Sebagai kompetitor sekelas kala itu ada meriam L118 / L119 buatan Royal Ordnance Nottingham Inggris yang telah dipergunakan sedikitnya di 14 negara selain Inggris.

Tapi lewat kompetisi yang ketat, LG-1 mampu menembus pasar ekspor, dan selain digunakan oleh militer Perancis dan Indonesia, kini LG-1 sudah digunakan oleh militer Belgia, Kolombia, Thailand,dan Kanada. Selain mobilitas yang tinggi, apa saja yang menjadi unggulan dari LG-1? Meriam LG-1, khususnya di varian Mk II dirancang sebagai meriam ringan yang dapat dipindahkan baik dengan cara ditarik maupun memakai bantuan Heli seperti misalnya Bell 412 dan Super Puma. Saat pemindahan laras senjata ini dapat dilipat kebelakang berhimpin dengan kedua buah kaki panjang yang diringkas sedemikian rupa, sehingga dapat dijadikan tempat sangkutan rantai tarik yang dihubungkan dengan kendaraan penarik bila pemindahannya lewat jalan darat.Dalam gelar tempur oleh Korps Marinir TNI AL, umumnya LG-1 ditarik oleh truk Unimog, sedangkan untuk pemindahan meriam dari LST (landing ship tank)/LPD (landing platform dock) bisa dilakukan lewat KAPA (kendaraan amfibi pengangkut artileri), seperti tipe KAPA K-61 dan PTS-10.

Truk Unimog dengan menggandeng LG-1 MK II tampak masuk ke dalam LPD

LG-1 MK II nampak bersebelahan dengan KAPA K-61

LG-1 MK II terdiri dari komponen laras sepanjang 3,17 meter seberat 100 Kg dengan arah putaran kekanan yang mampu menembakan 12 butir peluru dalam tiap menitnya. Meriam ini bisa menghantam sasaran dalam jarak antara 11,5 kilometer dengan memakai proyektil baku jenis HE(high explosive) M1. Jika memakai proyektil baku jenis Giat HE BB, senjata ini bisa menghantam sasaran sejauh 19,5 kilometer. Sedangkan untuk jarak tembak minimum yakni 1,4 kilometer. Waktu yang dibutuhkan ke-7 awaknya guna menyiapkan senjata ini dalam kondisi siap tembak hanyalah 30 detik.

Secara lebih dalam LG-1 MK II mempunyai panjang meriam dengan laras, 6,95 m dan tanpa laras 5,32 m, lebar meriam 1,96 m, berat 1.520 kg, sudut elevasi maksimal 1.270 MIL dan minimal 84 MIL, sudut defleksi kanan 320 MIL dan kiri 330 MIL. Dalam setiap misi tempur, bekal amunisi pokok yang disiapkan mencakup (BB 36 butir, HE 36 butir, Asap 12 butir dan cahaya 12 butir).

Sebagaimana pola penggunaan meriam pada umumnya, usia laras ditentukan berdasarkan berapa kali tembakan yang dilakukan, dan batas masa pakai laras LG-1 mencapai 7300 kali tembakan. Agar akuransi penembakan dapat dijaga, maka juru bidik meriam menggunakan teropong bidik yang berada 0,9 meter dari landas tumpu suku cadang pemicu tembakan. Dengan sudut dongak tertinggi larasnya ialah sekitar 70 derajat, senjata ini dapat menghantam sasaran yang berada lebih rendah kedudukanya karena laras dapat ditundukan hingga mencapai sudut tunduk 3 derajat terhadap posisi rebah penuhnya.

PTS-10, salah satu ranpur amfibi yang bisa menggotong LG-1

LG-1 MK II tengah digunakan di Afganistan untuk menghantam posisi Taliban

Meriam LG-1 Mk II, yang merupakan senjata teringan dikelasnya, memiliki kelebihan dalam mutu dan kinerja penembakan laras yang lebih baik dibandingkan jenis Mk I (autofret-taged), yang memungkinkan laras dapat menembakan proyektil dengan tekanan lebih besar. Sistem ini membuat tenaga tolak baliknya dapat diredam sekecil mungkin dan secara tidak langsung berpengaruh pada kemudahan perawatannya. Korps Marinir TNI-AL pengguna pertama untuk versi ekspor MK II.

Untuk mempermudah mobilitas, laras LG-1 dapat diputar sehingga meringkas dimensi saat akan dipindahkan

LG-1 MK II milik Angkatan Darat Singapura

Sebagai perbandingan, bila Indonesia kini dibekali meriam LG-1 MK II, maka negeri jiran kita, Singapura, justru punya jumlah pucuk yang lebih banyak, yakni 37 pucuk LG-1 MK II untuk melengkapi dua batalyon artileri medan di negara pulau tersebut. Meski terbilang senjata ‘baru,’ LG-1 sudah masuk kategori battle proven, meriam yang sudah diproduksi 130 pucuk ini setidaknya pernah digunakan militer Perancis dalam misi di Bosnia dan Afganistan. (Haryo Adjie Nogo Seno)

Spesifikasi LG-1 MK II 105mm
Tipe : Howitzer
Berat : 1.520 Kg
Panjang laras :3,17 meter
Awak : 5-7
Kaliber : 105mm/30
Waktu penembakan : 12 amunisi per menit
Jangkauan max : 19,5 kilometer

About these ads

8 responses to “LG-1 MK II 105mm : Howitzer Artileri Medan Korps Marinir TNI AL

  1. mbah M1938 122mm kok enggak disebut gan?,nanti kualat loh :P siembah pernah dipake di operasi seroja loh namun mmg jarak tembaknya cuman +/-14km doang…kalo untuk tembakan artileri presisi howitzer mmg diperlukan namun kalo utk saturation fire MLRS/MBRL lebih mumpuni (tugasnye si RM-70 GRAD)oleh karena itu atileri marinir harus ditembahin tuh howitzer ama MBRLnya…..denger2x seeh GRAD mo nambah lagi

  2. kayaknya untuk marinir lebih mantap pake towed drpd Self Prop karena sifat geraknya yg hrs light n fast guna secepatnya menguasai beach head (kan marinir kita naval infantry bkn invader infantry). Self prop memang dasyat untuk pukulan tetapi gampang di deteksi musuh krn besar dan berat. Kan yg penting musuh bisa diusir dulu dari pantai. Perkara dia pukul balik buat apa ada TNI AD yg memang ahlinya perang darat. Karuan Marinir fokus aja beli panser pendarat yg banyak dan mumpuni agar lebih mekanis dan terlindung waktu mendarat. MLRS kasih AD aja ya….

  3. TOLONG DIKIRIM DUNK KEUNIKAN KAPA K-61 DAN KAPA PLAUSIA TANKO SREDNIA,,,,,tolong dikirim foto2 na,sejarah kendaraan itu di gunakan utk penugasan dmn saja,,keunggulan n kelemahan nya jg y

  4. Dewan Pimpinan Ranting PARTAI AMANAT NASIONAL Pondok Karya Pondok Aren Tangerang Selatan Banten mengucapkan terimakasih kepada saudaraku admin yang sudah mau mengangkat alutsista TNI secara detail,tetapi kami berharap agar juga diangkat tentang radar,n-235 mpa,dsb produksi anak bangsa,dengan harapan dengan kita angkat hasil produk dalam negeri dapat meningkatkan nilai dalam diri anak bangsa kita.semoga input ini bmanfaat.salam hormat kami kader PAN.

    • Terima kasih juga mas Eko atas dukungan dan perhatiannya, untuk CN-235 MPA sudah kami bahas, tp utk yang lainnya bertahap Insya Allah akan kami lengkapi :-)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s