
KRI Irian
Sebagai bangsa maritim, sudah seyogyanya kita memiliki angkatan laut yang mumpuni. Tidak hanya bicara soal kualitas dan kuantitas persenjataan, tapi sudah sepatutnya kita mempunyai arsenal persenjataan yang bisa menggetarkan nyali lawan. Hal inilah yang dahulu begitu dibanggakan bangsa Indonesia di era tahun-60an. Selain punya armada angkatan udara yang terkuat se Asia Tenggara, Angkatan Laut (TNI-AL) dikala itu memiliki kapal perang tipe penjelajah ringan buatan Uni Soviet.
Hingga kini pun belum ada satu negara di Asia Tenggara yang pernah memiliki kapal penjelajah selain Indonesia. Kapal penjelajah legendaris itu adalah KRI Irian, yang sengaja didatangkan pemerintah Indonesia dalam rangka pembebasan Irian Barat (Papua). Berikut petikan profil KRI Irian yang diperolah dari sumber wikipedia.org.

Merian kaliber 6 inchi, total ada 12 meriam dengan 4 turret
KRI Irian adalah Kapal penjelajah kelas Sverdlov dengan kode penamaan soviet Project 68-bis. Kapal jenis ini adalah Kapal Penjelajah konvensional terakhir yang dibuat untuk AL Soviet, 13 kapal diselesaikan sebelum Nikita Khrushchev menghentikan program ini karena kapal jenis ini dianggap kuno dengan munculnya rudal (peluru kendali). Kapal ini adalah versi pengembangan dari Penjelajah Kelas Chapayev.
Kapal ini dibuat di Admiralty Yard, Leningrad.Peletakan lunas pertama dilakukan pada tanggal 9 Oktober 1949, kapal diluncurkan pada tanggal 17 September 1950, dan pertamakali kapal dioperasikan pada tanggal 30 Juni 1952
Pada 11 Januari 1961 Pemerintah Soviet mulai mengeluarkan instruksi kepada Central Design Bureau #17 untuk memodifikasi Ordzhonikidze supaya ideal beroperasi di daerah tropis. Modernisasi skala besar dilakukan untuk membuat kapal ini bisa beroperasi pada suhu +40°C, kelembapan 95%, dan temperatur air +30°C.
Tetapi perwakilan dari Angkatan Laut Indonesia yang kemudian mengunjungi kota Baltiisk menyatakan bahwa mereka tidak sanggup untuk menanggung biaya proyek sebesar itu. Akhirnya modernisasi dialihkan untuk instalasi genset diesel yang lebih kuat guna menggerakkan ventilator tambahan.

Dalam observasi teleskop
Pada 14 Februari 1961 Kapal ini tiba di Sevastopol dan pada 5 April 1962 kapal ini memulai ujicoba lautnya. Pada saat itu Kru Indonesia untuk kapal ini sudah terbentuk dan ada di atas kapal. Mekanik kapal ini Bapak Yatijan, di kemudian hari menjadi Kepala Departemen Teknik ALRI. Begitu juga banyak dari pelaut yang lain, di kemudian hari banyak yang mampu menduduki posisi penting.
Datang ke Surabaya pada 5 Agustus 1962 dan dinyatakan keluar dari kedinasan AL Soviet pada 24 Januari 1963. Tidak pernah Uni Soviet menjual kapal dengan bobot seberat ini kepada negara lain kecuali kepada Indonesia. ALRI yang belum pernah mempunyai armada sendiri sebelumnya, belajar untuk mengoperasikan kapal-kapal canggih dan mahal ini dengan cara trial and error / coba-coba. Pada November 1962 tercatat sebuah mesin diesel kapal selam rusak karena benturan hirolis saat naik ke permukaan, sebuah destroyer rusak dan 3 dari 6 boiler KRI Irian rusak. Suhu yang panas dan kelembapan tinggi berefek negatif terhadap armada ALRI, akibatnya banyak peralatan yang tidak bisa dioperasikan secara optimal. Di lain pihak kehadiran kapal ini membuat AL Belanda secara drastis mengurangi kehadirannya di perairan Irian Barat.

Kapal penjelajah sejenis KRI Irian, milik AL Rusia
Pada 1964 Kapal Penjelajah ini sudah benar-benar kehilangan efisiensi operasionalnya dan diputuskan untuk mengirim KRI Irian ke Vladivostok untuk perbaikan. Pada Maret 1964 KRI Irian sampai di Pabrik Dalzavod. Para pelaut dan teknisi Soviet terkejut melihat kondisi kapal dan banyaknya perbaikan kecil yang seharusnya sudah dilakukan oleh para awak kapal ternyata tidak dilakukan. Mereka juga tertarik dengan sedikit modifikasi yang dilakukan ALRI yaitu mengubah ruang pakaian menjadi ruang ibadah (sesuatu yang tidak mungkin terjadi di negara komunis).
Setelah perbaikan selesai pada Agustus 1964 kapal menuju Surabaya dengan dikawal Destroyer AL Soviet. Setahun kemudian (1965) terjadi pergantian pemerintahan. Kekuasaan pemerintah praktis berada di tangan Soeharto. Perhatian Soeharto terhadap ALRI sangat berbeda dibandingkan Sukarno. Kapal ini dibiarkan terbengkelai di Surabaya, bahkan terkadang digunakan sebagai penjara bagi lawan politik Soeharto.
Terdapat beberapa versi tentang riwayat KRI Irian setelah peristiwa G30S.
Versi pertama menyebutkan bahwa pada tahun 1970, KRI Irian sudah sedemikian parah terbengkalai hingga mulai terisi air. Tidak ada orang yang peduli untuk menyelamatkan Kapal Penjelajah ini. Sehingga pada masa Laksamana Sudomo menjabat sebagai KSAL maka KRI Irian dibesituakan (scrap) di Taiwan pada tahun 1972 dengan alasan kekurangan komponen suku cadang kronis.

Sebagian kini ditenggelamkan untuk biota laut
Versi kedua, menurut Hendro Subroto, kapal perang yang dibuat hanya empat buah ini di jual ke Jepang setelah persenjataannya dipreteli. “Padahal di Tanjung Priok masih terdapat dua gudang suku cadang. Tapi karena perawatan sebelumnya di tangani orang Rusia, selepas Gestapu, kita tidak punya teknisi lagi,” menurut Hendro.
Lapisan baja Pelindung
Dalam satuan mm:
* Sabuk lapis baja utama : 100 mm
* Buritan : 32 mm
* Dek : 50 mm
* Rumah Dek : 130 mm
* Tempurung meriam utama : 175 mm
Peralatan Elektronik
* Radar:
o Radar Pencari udara Gyus-2
o Radar pencari permukaan laut Ryf
o Radar navigasi Neptun
* Sonar:
o Tamir-5N dipasang di hull
* Lain-lain:
o Machta ECM (electronic Counter Measures)
Senjata artileri KRI Irian
Senjata utama dari KRI Irian adalah buah 4 turret, dimana setiap turret berisi 3 meriam berukuran 6 inchi. Sehingga total ada 12 meriam kaliber 6 inchi di geladaknya.[2]
Pemandanagn lain dari RI Irian.
* 10 Tabung Torpedo anti-Kapal selam kaliber 533 mm
* 12 Buah Kanon tipe 57 cal B-38 Kaliber 15.2 cm (6 depan, 6 Belakang)
* 12 Buah Kanon ganda tipe 56 cal Model 1934 6 (twin) SM-5-1 mounts Kaliber 10 cm
* 32 Buah Kanon multi fungsi kaliber 3,7 cm
* 4 Buah triple gun Mk5-bis turrets kaliber 20 mm (untuk keperluan anti-Serangan udara)
Tenaga penggerak
Sebagai tenaga penggerak, KRI Irian mengandalkan 2 buah turbin uap TB-72 yang mendapat pasokan uap dari 6 buah Pendidih KV-68 dan disalurkan melalui 2 buah shaft.
Tenaga total yang tersedia adalah sekitar 110.000 hp sampai 122.000 hp pada kedua shaft, tenaga ini mampu membuat kapal 13.600 ton ini mencapai kecepatan maksimum 32,5 knot. Sedangkan jarak maksimum yang bisa ditempuh adalah 9000 mil laut dengan kecepatan konstan 18 knot.[2]
Jumlah awak kapal
Kapal ini dapat memuat 1.270 awak kapal, termasuk 60 orang perwira, 75 perwira pengawas, 154 perwira pertama.


wow..
luar biasa
ternyata masih banyak yang bisa kita banggakan dari indonesia,ya walaupun itu kebanyakan berada di masa lampau dimana bapak kita,bpaka negara kita masih memimpin…..dia lah pemimpin sejati indonesia..
dialah yang paling mengerti kebutuhan indonesia..
soeharto hanyalah sebuah rekayasa Amerika untuk meminimalisasi kekuatan indonesia saat itu terutama dekatnya hubungan kita trhadap uni soviet membuat mereka khawatir…
sekarang masih ada rusia.. ayo kita pererat lagi hubungan Indonesia dengan Rusia serta Iran dan China
jangan takut sama amerika..
btw, this is nice blog…
betul betul betul….
setuju mas…
korea utara juga. barat dah mau ancur, gak ada yang dibanggakan lagi.
Menyedihkan kalau rekan2 sekalian tau kondisi KRI kita itu. isunya justru KRI Irian sudah jadi besi tua di china saat pemerintahan SUHARTO.dan kita masih mempunyai 3 kapal supercepat dengan mesin JET semenjak baru keluar dari DOK belum pernah dipakai.
meskipun di zaman Orba kita makmur,tapi gimana dalam kacamata TNI AU dan AL?alutsista mereka jarang dibeliin.
meskipun di zaman Orba kita makmur,tapi gimana dalam kacamata TNI AU dan AL?alutsista mereka jarang dibeliin.trus kenapa di jaman itu8 kita terlalu dekat dengan AS?
NKRI HARGA MATI……..
Alutsista yang memadai akan mendukung kinerja TNI, agar mereka menjadi tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional….
BRAVO MILITARY…!!!!
kira2 masi bisakah indonesia beli kapal yg bisa dibanggakan?
kapal yang pernah menggetarkan nyali angkatan maritim belanda, sekali tembak satu pulaupun tenggelam, hingga membuat kapal kapal perang belanda lari terbirit birit. tapi sayan nya tanpa ada alasan yang jelas kapal ini di musiumkan. sayang sekali..
boro2 di museum-kan mas, kapalnya sudah ndak ada di Indonesia.
apkah sekarang indonesia masih masihpuna kapal sedjenis
sampai saat ini Indonesia belum pernah lagi memiliki kapal jenis penjelajah. Dan rasanya TNI-AL tidak berminat untuk membeli jenis kapal seperti ini, mengingat biaya operasional dan perawatannya yang cukup tinggi
betul, malah sekarang KRI TG. FATAGAR-974 akan diskrap jadi besi tua dan nggak pernah beroperasi karena menghabiskan biaya operasional
Dari dulu saya nyari versi high-res foto dari “Kapal terbesar yang pernah ada di belahan selatan”KRI Irian
sampai ngumpulin Majalah & buku2 versi dari AL
iya mas Arief.. memang KRI Irian ini unik sekali….sayang yaa kapal ini sudah almarhum, padahal bagus banget kalo dibuat jadi museum terapung
Saya bangga TNI AL pernah memiliki KRI Irian yang hebat itu. Jika sudah “hilang” saya mengharapkan para pimpinan kita di NKRI ini berusaha memiliki lagi kapalperang yang hebat, moderen dan menjadi macan di perairan Nusantara. Ingat, nenekmoyang kita dulu sudah pernah memiliki armada besar dan kuat. Buktinya pada zaman Sriwijaya, diteruskan zaman Majapahit, kemudian menonjolkan tokoh Pate Rodin dan Uenas yang tidak lain sebutan bahasa Portugis untuk Raden Patah dan Pate Unus, demikian pula Ratu Kalinyamat dan Malahayati. Ayo Bung, jadilah raja laut! Rahmat Ali, purnamarinir.
Betul…Negara kita harus punya kekuatan militer yang kuat, biar negara lain tidak melecehkan negara Indonesia, Indonesia adalah negara yang luas daratan dan lautannya maka dari itu mutlak untuk memperkuat Alutsista AD,AL,AU.
Hidup NKRI
Hidup TNI
KRI irian menjadi momok tersendiri bagi musuh2 RI karena ketahanannya terhadap meriam2 kapal musuh.
kal0 saya jd pemimpin,yg saya utamakn agktn laut,br AD,trus AU..c0z sbgai negara kpulauan..strategisx ltak pnyerangn n ptahann y dKRI itu,,cb liat US Navy..aplg kpl perang it snjata plg lengkap&awet
Dalam pertempuran moderen, maka kemenangan diperoleh melalui kekuatan udara. Hal ini sudah dibuktikan dalam PD I, PD II, Khususnya pada Perang Teluk, dimana US mengerahkan armada udara untuk menghancurkan kekuatan musuh terlebih dahulu sebelum USMC melakukan serangan darat. Fakta ketika Indonesia melakukan perebutan Irian Barat, kehadiran TU 16 KS mengakibatkan Belanda angkat kaki sebelum perang digelar. Jadi kekuatan udara dalam perang modren akan menentukan jalannya pertempuran.
Saya sangat bangga karena pernah memiliki KRI Irian dan lebih bangga lagi karena Alm ayah saya adalah salah satu awak di kapal tersebut, tetapi bagaimana sekarang karena dengan wilayah Indonesia yang sangat luas tetapi armada maritim kita boleh dibilang sangat minim, karena wilayah terluar kita termasuk daerah perbatasan sangat membutuhkan Kapal yang canggih dengan jumlah yang cukup. Saya mohon kepada pemerintah untuk memperhatikan ini apalagi dengan prilaku dengan tetangga kita yang sangat menjengkelkan bangsa kita. “JALESVEVA JAYAMAHE”
Saya harap “KRI Irian” dapat diganti dengan alat yang lebih berharga dan lebih dahsyat lagi. Untuk selanjutnya jangan ada lagi pemimpin yang “tak bertanggung jawab” membiarkan alat-alat negara dibiarin begitu saja, padahal dibeli dengan uang rakyat juga…
Sangat disayangkan kapal penjelajah seperti itu harus purna tugas.seharusnya pak harto memperhatikan kapal itu dan tidak dibiarkan terbengkalai begitu saja.semoga dengan kedatangan kapal klas sigma bisa menggantikan tugas dari KRI IRIAN.
“JALESVEVA JAYAMAHE”
sayang sekali semua tinggal kenangan….
membanggakan sekaligus sedih.
Bangga karena alri dulu begitu kuat dan menakutkan dengan kri irian yg sangat ditakuti, tapi juga sedih kalau membaca umur operasional kri irian di alri sangat singkat dan hal itu ternyata juga dikarenakan sdm yg kurang terlatih.
Smoga dalam pengembangan tni al sekarang kita mempunyai kemampuan yang seimbang dalam mengembangkan sdm dan alutsista sehingga saat kita mampu memiliki kri sebesar itu lagi bisa benar-benar optimal penggunaannya.
jangan biarkan Indonesia menjadi boneka yang di kendalikan Amerika. Indonesia harus menjadi negara yang mandiri dan menjalin kerja sama dengan negara yang tidak merugikan Indonesia
Apakah ada spesifikasi dan foto-foto baik dari pabrik, TNI, maupun dari crew mengenai MTB RI Matjan Tutul / RI Matjan Kumbang
Wah-wah
Jangan lah menjadi yg menengah karena itu tidak membuat kita jadi kuat melainkan terabaikan
kenapa kia tidak menggunakan KRI irian untuk menjaga perairan indonesia
harus nya kri irian jg di besi tuakan
kapan lagi INDONESIA mempunyai kapal perang seperti KRI IRIAN,kenapa skg negara kta kalah di bidang peralatan perang dari negara tetangga…kenapa kita sekarang menjadi macan ompong,kembalikan kajayaan AL sepeti pada jaman SOEKARNO,,,JALESVEVA JAYAMAHE…..semoga AL kita tetap jaya……
Indonesia the best lah !!!
tp sayang pemerintah sekarang terkesan lepas tangan dgn rakyatnya dlm hal ini trmasuk TNI !!!
anggaran yg seharusnya bs dgunakan bt kesejahteraan rakyat guna perlindungan negara kian diabai kan !
liat aja banyak kecelakaan terjadi yg karna kurang perawatan terhadap kendaraan tempur kita !!!
dalam hal ini yg salah bukan teknisinya tp pemerintahnya !
contonya anda sedang sakit dam membutuhkan obat dengan harga 100rp tp anda hanya dberi uang 50rb !
apakah anda nyakin obat yg setengah itu anda bisa sembuh !
bukannya sembuh anda hanya akan tambah sakit !
kita kan yg paling kuat AMD
ABri Masuk Desa….ngga ngerti deh mo ngapain……pelecehan terhadap TNI itu sendiri…..
masa latihan cape2 masuk kluar utan…ujung2 nya bikin jalan…….kekuatan laut dan udara malah dibiarin aja……..yg diperkuat malah keluarga…bukannya negara….
klo skrg kita ngga mulai sedikit2 memperkuat TNI….tinggal nunggu aja..makin lama wilayah kita makin kecil………AYO TNI!!!!!
hidup angkatan laut indonesia,
luar biasa,semoga kejayaan indonesia tidak hanya di masa lampau akan
Yang kita butuhkan bukan kapalnya (ya bolehlah punya 1-5 lebih bagus lagi kalo banyak), melainkan pabrik dan para ahli teknisi, hal ini guna memangkas biaya perawatan dan juga biaya operasional(suku cadang).
“BANGGA” indonesia pernah memiliki kri irian, pi sayang udah almarhum…mau tau,kapal perang apa yg dmliki TNI AL saat ni yg dpt d banggkan lg?
kapal keren itu isunya diparkir di pangkalan kapal perang tanjung perak surabaya. tapi saya yakin para petinggi TNI tidak akan mengakui dimana kapal itu disembunyikan.
prnah ditayangkan di nama dan peristiwa di TV ONE
salut kepada pemimpin bangsa ini pada saat itu, walau negara ini msh sangat belia namun cukup menggetarkan banyak angkatan perang negara lain untuk mengusiknya….seandainya pemimpin skrg punya nurani utk membangun kembali harga diri bangsa indonesia tentunya bangsa2 lain akan berpikir beribu kali utk mengusik kedaulatan NKRI….bukan seperti yg telah dilakukan Malaysia yang terang-terangan telah menginjak injak harga diri bangsa ini, SEANDAINYA…..
Bangga Indonesia memiliki kapal perang seperti ini pada masa itu..
KRI Irian merupakan kapal perang kelas “light cruiser”.. pada saat ini kapal2 seperti itu sudah ketinggalan zaman, mengingat sekarang sudah menggunakan rudal & roket untuk persenjataan kapal laut.. bukan zamannya lagi menggunakan cannon berkaliber besar.. bahkan bisa dibilang kapal perang kelas “battleship” milik jerman “Bismarck” atau “Yamato” milik Jepang apabila sekarang masih ada, akan cuma menjadi museum terapung atau sudah jadi besi tua..
Kalau mengingat historical kapal penjelajah tersebut. apakah kita bisa menarik kesimpulan kenapa kemudian kapal tersebut dibesi tuakan di daerah tanjung priok? Dan di anggap tidak penting dicatat dalam sejarah.
Apakah ada kesengajaan dari pelaku sejarah yang ingin menghapus kenangan bahwa kita pernah ada kerjasama dengan soviet dalam hal persenjataan. pesawat-pesawat tempur MIG yang pernah kita miliki dulu.
Btw memang dalam kenyataan untuk mengoperasikan KRI Irian tersebut membutuhkan dana yang sangat besar. Dengan mesin turbin uap akan sangat tidak effisien.
Seandainya kapal tersebut digerakkan oleh turbin ga, kemungkinan jauh lebih effisien.
salam, Angsa Liar
BUNG KARNO sangat tau akan keadaan geopolitik di kawasan ASTENG karena indonesia adalah negara kepulauan beliau memperkuat AURI+ALRI untuk menjaga wilayah perbatasan LAUT dan UDARA ! oleh karena itu jaman BK AURI+ALRI sangat diperhatikan kebutuhan persenjataan dan SDM nye..tidaklah aneh pada era 60 an indonesia menjadi negara berkekuatan militer terkuat ke 2 di ASIA !!…dan ini menimbulkan rasa anti pati di sebagian kalangan ANGKATAN DARAT..(kagak semuanye loh) nah tibalah waktunya kudeta 1965 sejak momen ini SUHARTO melakukan penghancuran sistimatis terhadap AURI+ALRI (AURI yang paling parah) semua pesawat MIG,TU,IL,AN digrounded !,beberapa kapal selam dan ri irian juga dibesi tuakan…TRAGIS!!!..semua peralatan tempur berkualitas dari rusia diganti dengan peralatan tempur ‘abal2x’ dari barat (AMRIK etc..) SUHARTO mengedepankan politik militer teretorial sempit !!! hingga MALINGSIA bisa menginfiltrasi perbatasan2x yang berada di pelosok (pulau2x terluar dan wilayah udara) terima kasih SUHARTO atas kedunguan loe!!!
setuju,sepertinya AU dan AL di anaktirikan di olehnya
bangga memiliki kapal yg sangat di takuti pada masanya,anggaran militer memang sangat perlu lebih di tingkatkan lagi. pemerintahan sekarang sudah benar no 1. anggaran pendidikan dan yg ke 2.militer, karena bila dilihat dari sejarah KRI Irian, saat mengoperasikannya kualitas SDM kita masih sangat rendah sehingga saat mengoperasikan kapal sehebat KRI IRIAN masih trial and error. bravo TNI and DEPHAN RI…NKRI I love u full..
kenapa kita tak membuat duplikat monster laut ini, sedangkan kita mampu membuat peralatan senjata militer dan dunia pun mengakui bahwa bangsa kita sebenarnya mampu bangkit tuk membuat duplikat kapat monster laut legenda indonesia, kan ada PT.PAL perusahaan milik negera. kenapa kita harus beli kapal dari luar, belajarlah dari negeri china yang mampu membuktikan kepada dunia bahwa mereka mampu menggembangkan technology militernya dibuat dari dalam negeri. apakah bangsa ini mampu membuktikannya….kepada dunia..AYO KAMU BISA….
KALAU KITA BELI KAPAL DARI LUAR, MEREKA TAHU KELEMAHAN & KELEBIHAN KETANGGUHAN KAPAL PERANG TERSEBUT, KLO KITA MEMBUAT SENDIRI NEGERA LAIN TAK AKAN TAHU KELEMAHAAN KAPAL PERANG BUATAN KITA SENDIRI….AYO KAMU BISA MEMBUAT YANG TERBAIK BAGI NKRI….
Itulah kejelekan dari presiden RI ke 2 aSoehato,dia and the genk sangat2 benci sekali terhadap Soekarno,sampai2 peralatan militer Indonesia yang berbau Soekarno dihapus total dari bumi pertiwi ini,akibatnya? sampai sekarang kekuatan TNI kita masih seperti MACAN OMPONG…..kapankah bangsa kita dapat berjaya kembali spt dahulu?
YOI BRO HARTO EMANG KE****T..DIE+KONCO+KELUARGA+CECORO UDAH MENGGARONG REPUBLIK INI SELAMA 32 TAON LEBIH HASILNYE YE KAYAK GINI BELI SUKRO CUMAN BERAPA BIJI AJE SUSAHNYE MAMPUS2 AN UDE GEETOO KOSONGAN LAGE KAGA ADA “ARMAMENT”NYE, TRUS MO BELI “LONTONG” KILO AN JUGA KAGAK JELAS…EMANG MENTAL KORUP ORBA TUH NGANCURIN KARAKTER BANGSA AMPE 500 TAON KALI YEE..*DOUBLE FACE FALM* LEBIH GILA LAGI ADA SESAMA ANAK BANGSA NOSTALGIA KE JAMAN ORBA ! WTF !….
tidak semua alutsista berbau Sukarno,dihapus oleh Soeharto,buktinya di seroja BTR 50 yg dibeli jaman Sukarno malah jadi andalan,dan B26 Invader (sukarno juga) jadi andalan.jika seluruh pesawat di grounded di awal Orba,itu karena hubungan RI-USSR(soviet) tegang (karena orba antikomunis) dan mempengaruhi suku cadang pesawat blok timur RI.
@marxissukarnois : kita memang kekurangan alutsista di jaman orba karena ekonomi kita sedang amburadul di masa transisi ke orba.
@i love indonesia mmm…setau ane tahun ’90 an pun ABRI kita masih jauh tertinggal dibandingkan vietnam,malon dan singapur tuh…padahal katanya mo tinggal landas
so argumen ente kgk valid padahal hampir 30 tahun loh suharto bercokol
kapan ya indonesia seperti dulu lagi di segani kawan
maupun lawan jangan sampai negara kecil seperti maling sia dan singapura meleceh kan negara kita terus
bisa gk ya…?
Tolong dong pak persiden perhatikan TNI kita .
perbanyak peralatan tempur nya jangan sampai negara kita di obok2 melulu ama negara lain kasian rakyat melihat nya sudah gemas,apa lagi ama negara yg kata nya serumpun tapi doyan banget nginjak nginjak harga diri kita.
buat apa kapal banyak-banyak tapi ga ada epek gentar negeri tetangga… cukup 5 buah kapal sejenis kapal KRI IRIAN….!itu udah membuat malingsia kincup..!!!! bangkit dong TNI AL indonesia.jadi kan no 1 di asia fasipik…
bah.. ancur nih negara
seandainya pemerintah gak sanggup buat ngebiayain tni mungkin solusi terbaiknya kita sebagai masyarakat ikut nyumbang aj buat tni….mirip cara koin buat prita…sekarang pake 10 ribu buat tni gmana ..tp alat2 nya jng buat pake nyikat rakyat sendiri..
ide yg bagus, setuju
Rasa haru dan bangga sebagai anak bangsa Indonesia, pernah menjadi kekuatan yang sangat disegani dari sisi Militer. Kejayaan akan bangkit jika AURI dan ALRI lebih dibesarkan baik Alut maupun Personel maka tak ada bangsa yang akan memandang sebelah mata. Bravo Indonesia
itu kapal sangat ditakuti oleh imperialis barat dan antek-2 nya di asia tenggara. Ada perjanjian rahasia Sharto dg mreka, antara lain Indonesia hrs menarik kapal/tidak mengoperasikan kapal itu (dibesi tuakan). Sbg gantinya, imperialis barat membrikan dukungan intelejen dan logistik untuk menjatuhkan (kudeta) Sukarno dan Indonesia akan diberi bantuan peralatan milter bila sudah berhasil kudeta tanpa perlu lagi bantuan dari Rusia. perangnya. Memang akhirnya ia berkuasa dan condong ke Barat dan dipasok peralatan militer oleh Barat. Namun sengaja tidak dimaksimalkan agar bisa dikendalikan. Ibarat kepala dibebaskan tapi ekor dipegang. Ya seperti skarang. Ada pesawat canggih tapi spare partnya tidak bisa dibeli dengan alasan Indonesia melanggar HAM. Jadila kita skarang di eejek negara kecil malingsia dan singapurapura yang peralatan militernya canggih dan lengkap. Kita jadi macan bersayap yang ompong pong . . . .
jaman sukarno, saat itu presiden begitu berkuasa, shingga dengan mudah melakukan pengadaan persenjataan, saat ini, jangankan membeli, baru merencanakan pertahanan saja sudah dikritik sana-sini, jaman sukarno, pengusaha kaya tidak banyak dan bisa dihitung dengan jari, sekarang, ribuan pengusaha kaya indonesia malah investasi properti di singapura, malaysia, australia, china dll, ninggalin negaranya yang lebih membutuhkan perhatian dan sebenarnya pengadaan senjata dengan patungan dari para pengusaha itu hal yg mudah… tapi hati nuraninya mati, yang ada di kepalanya hanya uang-uang dan uang…
DUIT NEGARA UDAH AMBLASS DI EMBAT HARTO + KRONI HAHAHAHHA….YANG SEKARANG TUH IBARAT REMAH2 ROTI DOANG…
seandainya PT pelni dan pindat berkolaborasi bisa ndak ya indonesia buat kapal sendiri sehebat kapal kri irian?
JALESVEVA JAYAMAHE..JIKA DITANYAKAN BANYAK ORANG INDONESIA YANG TIDAK TAHU ARTINYA KARENA BERASAL DARI BAHASA SANSKERTA….BAGAIMANA JIKA TERJEMAHNYA SAJA “DI LAUT KITA JAYA” YANG DIJADIKAN SLOGAN TNI AL…AGAR LEBIH MEMBUMI/DIMENGERTI OLEH SELURUH RAKYAT INDONESIA
jalesveva jayamahe…, semoga semboyan TNI AL ini akan terus berkumandang dilautan Nusantara….., jayalah Indonesia, mari kita bangkitkan lagi kejayaan kita yang sempat tertunda…
Bagai mana kalao PT. PAL bikin Kapal yang kayak KRI Irian, Pasti bagus
PT PAL bikin kapal dengan tonnage sebesar KRI IRIAN, kasih rudal2 dbuatan LAPAN, elektronik dari china, trus sisanya buat nebelin armor…
patroli cuman ditemenin satu kilo class pasti bikin keder siapapun yg mau macem2… krn armornya pasti tebel banget and rudalnya liar
jaman ORBA ,AU & AL dikebiri, rejim yg berpikiran picik dan sempit
AGREED COMRADE…
habis dah…,alutsista indonesia…
Indonesia gak beli lagi…?
sudah saatnya TNI AL beralih ke kapal selam yang lebih besar, canggih dan modern……tujuanya adalah patroli di pulau terluar terutama perbatasan dgn negri jiran…jika mereka coba2 melewati batas wilayah……tenggelamkan saja….
gambar gede1 yang di pajang di atas itu dapat dari mana ?
Jalesveva Jayamahe.
Sebagai mantan ABK dari thn 1962 sd 1972, saya terharu bisa temukan website ini.
Terimakasih
wah luar biasa dapat tanggapan dr pelaku sejarah, terima kasih pak. Agar lebih seru dan berbagi wawasan, tentu banyak cerita2 menarik yang bapak punya seputar RI Irian.
Salam,
Adjie
Bangganya aku krn almarhum papa dulu bertugas di kapal ini, I am very proud of you Papa, smoga di beri tempat yang terpuji di sana……
terima kasih mbak Sari sudah mampir di blog saya
Eman…sayang…. kekuatan yang besar kita akhirnya hancur…….bahkan kekuatan laut kita kalah sama maling ikan negera tetangga…apalagi navy-nya…! sangat disayangkan….
Sayang sekali punya kapal kelas dunia ahkirnya dibiarkan dan dibesituakan, memang suharto bukan pemimpin bangsa (preman) dan duitnya dari kapal perang itu paling-paling dikorupsi, padahal sampai sekarangpun Indonesia enggak mampu punya kapal seperti itu. Anggarannya ga sampai sebab buat bayar utang negara aja belum lunas-lunas.. gimana Indonesia mau maju.
Sebuah kebodohan negri ini tak bisa menjaga NKRI. Begitu banyak armada laut darat dan udara kita modern. Tapi semua itu hanya untuk latihan saja. Hancur sia2 itupun tak terexpose
SEMOGA TNIAL LEBIH MAJU DI MASA YG AKAN DATANG, MUNGKIN TNI AL SKRG HRS MEMBENTUK GUGUS TUGAS KAPAL SELAM SELAIN ARSENAL STANDAR JG HRS DILENGKAPI RUDAL BALISTIK MIN DG JARAK MINIMAL 300KM SEMENTARA DG HULU LEDAK KONVENSIONAL DG DAYA LEDAK TINGGI NANTI BS DIKEMBANGKAN DG HULU LEDAK HIDROGEN,SPT KAPAL SELAM RUSIA YG DAPAT MENYELAM SELAMA 3 BULAN NONSTOP LALU MELANCARKAN SERANGAN MASIV, KENANGAN MASA KEJAYAAN BAPAK2 BANGSA AKAN TERULANG KEMBALI PD MASA YAD, SEMOGA
buat 2 skwadron tempur su-30 (sq1 barat dan sq2 timur masing masing 12 pesawat),radar di perbanyak dan di modernisasi khususnye di deket tim2x,malingshit,irian ama aussie,tambah PKR,LPD ama LHD di gugus armabar ama armatim,6 kapal selam untuk patroli sepanjang perbatasan laut malingshit (yang sering cari gara2x), tambah rm-70 grad MLRS untuk KKO/marinir (25 biji lah ‘mayan),bmp-3F (30 an biji),bvp-2(tambahin lagi),skalian modif ANOA APS untuk bisa gotong misil AT/kanon 105 mm,banyakin RPG-29, untuk AD beli tank (25 biji OPLOT (varian t-80 ukraina)),ama gun ship MI-35 (20 an biji lah) terakhir NAIKKAN STANDAR HIDUP PARA PRAJURIT KHUSUSNYA YANG DI
PERBATASAN !! ps:SAY NO TO ANOTHER NOTA PROTES !!!
dosen saya pernah tuh jd perwira di kri Irian..
di bilang seh…
tp bener2 hebat kri irian
Sungguh terharu melihatnya…Alm. Kakek saya (Kol(laut) Soedarmono) merupakan KKM di kapal tersebut dan masuk sebagai Tim teknisi yang mengambil Kapal tersebut ke Rusia…
saya sering mendengar cerita tentang beliau sehingga beliau menjadi inspirasi bagi saya, setelah membaca tulisan ini saya makin kagum dengan beliau dan seluruh prajurit TNI Indonesia,saya tidak,,Bravo dan Salam Hormat untuk seluruh pejuang yang mengukir sejarah NKRI…Hidup Indonesia!
Sungguh terharu melihatnya…Alm. Kakek saya (Kol(laut) Soedarmono) merupakan KKM di kapal tersebut dan masuk sebagai Tim teknisi yang mengambil Kapal tersebut ke Rusia…
saya sering mendengar cerita tentang beliau sehingga beliau menjadi inspirasi bagi saya, setelah membaca tulisan ini saya makin kagum dengan beliau dan seluruh prajurit TNI Indonesia,saya tidak menyangka bahwa KRI Irian benar-benar Kapal yang luar biasa di zamannya,,Bravo dan Salam Hormat untuk seluruh pejuang yang mengukir sejarah NKRI…Hidup Indonesia!
terima kasih mas Ruri atas kunjungannya ke indomiliter, terima kasih juga sudah berbagi informasi sejarah kepada kami.. salut untuk perjuangan Almarhum kakek Anda
Salam kenal yaa
1 kata tuk KM IRIAN..LUAR BIASA..
Seharus nya dgn kondisi skrg yg mungkin lebih baik dr tahun 60an,kita bisa punya yg lebih dari KM IRIAN minimal 10 kapal!tapi dgn kondisi pemerintahan skrg saya pesimis jgn kan 10,1 aja ga mau,karena menganggap MAHAL biaya nya….
Kapan ya punya pemimpin yg bisa belajar dr sejarah dan punya visi ke depan dalam segala hal,spt BUng Karno….?
Pingback: 2010 in review « The Indo Militer
Maaf Yah Bukan nya Dah dibesi Tuakan,Dan Ketingglan Zaman…..Akurasi Kanon’y Kurang Memadai Untuk Masa Skarang,Bisa aja Di Modify Sich Cuma Bikin Sndiri Suku Cadang’y..Hemat Saya Sich Mending Melakukan Pengadaan AirCarrier(Kapal Induk) dari Pada Bikin Kyk Gini Ulang.
emang lebih baik condong ke rusia daripada amerika.klo ke amerika di begoin mulu indonesia
memang skrg dah gak cocok lg pake kapal gede2.jaman skrg butuh kapal “cabe rawit” yg cepat,tangkas dan armamentnya spesifik seperti torpedo atau rudal.kapal begini yg paling sip buat ngelibas armada destroyer dan cruiser yg cm punya efek deterent tp gampang di ambush karena gak lincah.yg pasti lebih murah jadi kita bs punya banyak buat serangan wolfpack (gerombolan serigala) kayak battle of atlantic dimana kapal2 selam jerman yg lebih kecil bisa bikin meriang admiralty inggris yg ngakunya raja lautan.simpan dulu impian kita soal armada kapal selam yg butuh teknologi tinggi dan mahal.realistislah dengan kemampuan di PT.PAL yg sudah mampu membuat korvet (jenis kapal cepat yg paling besar).buat yg banyak dan kelilingi lautan kita dengan sarang kapal cepat sehingga tidak ada satupun agresor yg berani mengusik kita (apalagi malingsia yg sesuai namanya selain biasa maling ikan dan pulau jg maling culture). saat ini kita gak butuh adu gertak tapi langsung tenggelamkan kapal musuh begitu mereka masuk zona ekonomi ekslusif kita (dgn peringatan dulu sebelumnya tentu).saatnya bangun dari mimpi bung!
buat aja tipe heavy cruiser dg peralatan canggih (100% indo)
aduch…apa ndag ada partisipasi bwt kri irian inie…???
inie merupakan senjata yg kuat bagi indonesia…,trcanggih dan trpanjang…!!!
saya bangga melihat kapal inie prnah menjadi bagian dari indonesia,untuk membebaskan irian jaya dr tangan musuh…!!!
memang negara kita dilemahkan pada awal jaman ORBA dan dampaknya terasa hingga saat ini, sejarah banyak diputarbalikan atau direkayasa..sehingga puing2nya pun tidak berbekas samasekali…padahal kalau KRI Irian bisa menjadi museum terapung tentunya bisa meningkatkan nasionalisme para pemuda saat ini yang sudah berkurang akibat terpengaruh oleh budaya pop dari barat….sayang sekali
banyak orang yang tidak tau kehebatan KRI Irian. begitu juga dengan saya, ketika mencoba googling tidak menemukan artikel yang lengkap. atau kata lain nya ” tambahain lagi dong review nya ”
hehehe
gak perlu banyak bicara.mari semua bangkit.bangkit……………………………tunjukkan pada dunia,…kitapun bisa.aku yakin RI mampumembanggun kapal perang sendiri ,itu jauh lebih membanggakan.hanya masalahnya orang kita lebih suka buatan asing…….
harusnya INDONESIA membangun pabrik senjata,semua buatan sendiri,……yakin kita bisa.
DPRT PAN PONDOK KARYA PONDOK AREN TANGSEL MENYARANKAN KE TNI.AL AGAR MEMILIKI KAPAL INDUK DIMANA DAPAT MENGANGKUT MIG.29K,SU.33,MIG.25R… ATAU JENIS MIG.35.BERIKAN KESEMPATAN KEPADA TNI.AL MEMILIKI SKADRON PESPUR SENDIRI GUNA MENDUKUNG ARSENAL TNI.AL YANG LAIN.AKAN TETAPI,PERHATIKAN KESEJAHTERAAN GAJI 25%-30% KHUSUS TAMTAMA,BINTARA,PURNA,VETERAN SERTA PEJUANG KEMERDEKAAN DAN WARAKAURINYA,TERUTAMA TENTANG KEPEMILIKAN RUMAH KPR.BTN SERTA RUMAH DINASNYA.ANGGARKAN TUK 2012-2025 AGAR SEJAHTERA.
NKRI dimerdekakan oleh Presiden Soekarno, tapi digadaikan lagi oleh harto sampai sekarang kita belum merdeka, lihat saja kontrak karya yg dibuat jaman harto, semuanya kolonialisme gaya baru
w yakin indnesia mampu…masalah biaya,gampang..kurangn aj gaji+tunjngan+faslits anggta dpr (pdaptn gede,tp ga pnya hsil krja yg mbaggakn)..masalah sdm,gampang..skolahn aj para prajurtny,tp skolah yg bbasis teknlogi dn sgala ssuatu yg mdukung pngembangn mliter kita (jd jgn serba beli,tp bikn dn kembangkn)
cuma yg jd masalh,kita puny ga pmimpin yg ga cengeng( yg bisany langsung marah klo nama baikny dsinggung orang,tp kalem aj klo negarany dsrobot org) atau wakil kita yg bener2 mmikirkn negara ini?? Coba aj kita liat,sbenerny yg mrk kerjakn slama ini ap? Rapat,ngributn aggaran..bikn UU,undng2 sayur(acak2n +cpet basi+ga mutu)..
Hidup AL indonesia .. Kalo bisa buat kapal sperti KRI irian
Jaya AL indonesia !!!
KRI IRIAN adalah kebanggaanku.sekarang teknologi persenjataan en pertahanan kita malah mundur 4 lvel dbwah KRI IRIAN.
Andai KRI IRIAN msh,tak akan ad bangsa yg brani coa coa
Mendingan kita bikin desain kapal perangnya terus kita saranin ke jenderal TNI AL / PT PAL / Presiden, mungkin aja diterima lalu dibuat ( amin )
Hidup AL Indonesia
Maaf ya kl komentarnya agak nyetil & bikin telinga panas,kalo emang pemerintah benar2 ingin negaranya utuh aman sebagai mana semboyan nya NKRI HARGA MATI paling tidak perkuat benteng utama negara,bukannya malah d kebiri seperti KRI IRIAN.Bila gaji & tujangan para anggota dewan dengan mudah di tambah dan full fasilitas macam2,kenapa untuk ALUTSISTA TNI sering jadi perdebatan d DPR/MPR???
Maaf ya kl komentarnya agak nyetil & bikin telinga panas,kalo emang pemerintah benar2 ingin negaranya utuh aman sebagai mana semboyan nya NKRI HARGA MATI paling tidak perkuat benteng utama negara,bukannya malah d kebiri seperti KRI IRIAN.Bila gaji & tujangan para anggota dewan dengan mudah di tambah dan full fasilitas macam2,kenapa untuk ALUTSISTA TNI sering jadi perdebatan d DPR/MPR???
Saya setuju dgn comentar diatas…
dikasi tunjangan n fasilitas yg lengkap, tp kerja molor bae…
mendingan uang tunjangan dan fasilitas tersebut dikumpul2 buat ALUTSISTA TNI
gimana negara tetangga mau takut.. orang kita punya senjata canggih saja tidak bisa merawatnya apa lagi mau membelinya.. memang negara kita tidak bisa menghormati sejarah dan merawat benda yg sudah dimiliki.. pantas pulau kita banyak yg dicaplok oleh negara tetangga.. termasuk aset bangsa pun sudah hampir dikuasai asing 100%
ngeriii pak
benar mas iam azar.bahkan gak cuma asetnya tp karyawannya juga yg notabene org indonesia.termasuk saya yg juga jadi TKI di negeri sendiri.mau keluar cari pekerjaan bgs susah.saya sih berharap ada nasionalisasi perusahaan saya sehingga saya bs bangga ngasih keuntungan buat bangsa sendiri.semuanya dijual sm asing.mo jadi apa negara ini.kesel2 sy sabotase jg perusahaan!
bangsa kuli diantara bangsa-bangsa…kalo kata babeh sukarno mah
wow
JALES VIVA JAYA MAHE
kyknya g mungkin kita bsa memiliki kapal KRI IRIAN lagi yg sempat membanggakan Indonesia,, dilihat dri segi politik Indonesia yg ambruk,, banyak pemerintah2 indonesia yg korupsi,,
klo kita bsa merawat n menjaga apa yg menjadi milik kita,, KRI IRIAN tdk akan menjadi seperti ini,, ini karena kurangnya sumber daya manusia yg handal,, jadi, mulai sekarang kita hrus giat berlatih dan belajar,,, spaya kita tdk klah dgn bangsa2 lain yg SDMnya sdah dibilang BAGUS,,
HIDUP INDONESIAAA!!!! MAJU TERUUUUUS!!!! PANTANG MUNDUR!!!!
sorry gan yg menelantarkan KRI IRIAN adalah SUHARTO!
tul kamerad.kita dah byr pajak kok.harusnya lebih dr bisa ngerawat alutsista.yg koplak jenderalnya aja yg lebih nurut sm harto ketimbang berpihak sm rakyat.
SEMUA YANG DI BUTUHIN BANGSA INI HARUS BUATAN BANGSA INI APAPUN RUPA DAN BENTUKYA LAMA LAMA PASTI SEMPURNA ” BERSATU KITA TEGUH” INDONESIA BISA RAWE – RAWE RANTAS MALANG MALANG PUTUNG
Pingback: KRI Arun : Kapal Tanker Terbesar TNI-AL | kutubuku5
harusnya pmerintah lebih mmperhtikan lagi yg dianggp brsejarah
DPRT PARTAI AMANAT NASIONAL PONDOK KARYA PONDOK AREN TANGSEL BANTEN MENYATAKAN KEBERATAN ADANYA PEMBELIAN PESAWAT KE-PRESIDENAN RI,ANGGARAN BANGGAR DPR RI YANG MENYAKITI HATI RAKYAT INDONESIA…COBA PERNAHKAH SAUDARAKU PIMP.FRAKSI PAN DPR RI FIKIRKAN DINAIKAN 25-30% ANGGARAN GAJI-KESEJAHTERAAN-BAGAIMANAKAH PERUMAHAN PRAJURIT TNI?.MAAF,TUNDA DAHULU KENAIKAN ANGGARAN POLRI KARNA KINERJANYA BURUK SEKALI TERHADAP RAKYAT…SAUDARAKU, APAKAH TIDAK MALU TERHADAP 4IJI MEMBOROSKAN UANG RAKYAT?.JUJURLAH SAJA…
sungguh tragis nasibmu.. KRI IRIAN setragis nasib ayahku yg dulu berjuang bersama kapal ini…krn hanya dpt pensiun selama 23 th. dg pangkat trakhir serda,
maaf sdikit corect…pensiun ayah hanya 13 th…
Turut prihatin utk pensiun ayah mas Fajar.
Seharusnya jadi bahan penelitian aja agar dapat dikembangkan dan dibangun lagi di Indonesia
indonesia!!!!!………… meskipun pemerintahannya sekarang busuk, namun kita masih bisa membanggakan apa yang dulu pernah di miliki negara kita, sebuah kekuatan tempur yang sangat kuat… meskipun hanya sejarah,… saya yakin suatu saat nanti indonesia akan kembali menjadi macan asia yang bangkit dari tidur?… MERDEKA….
monster…!!
when we will have it again.??
bersyukur sekali indonesia punya kapal sebesar KRI IRIAN kapal yang besarnya melebihi kapal titanic
bangkai KRI IRIAN pun dibeli oleh orang indonesia jugak (sby)
kereeen, banyak kebangga.an di indonesia ini.
Saatnya mempererat hubungan dengan Rusia dan China. Kapitalisme dan Liberalisme lebih jahat daripada sosialisme
coba sekarang Indonesia punya kapal kayak gitu lagi, Negara tetangga tidak bakalan berani sembarangan masuk wilayah Indonesia.
bokap ku salah satu personel kapal hebat itu ,betul2luar biasa jasanya gak akan dilupakan negeri ini
Wah menarik sekali, barangkali kalau ada foto2 kenangan KRI Irian boleh dong di share biar bisa dilihat oleh rekan2 yg lain. Sampaikan salam hormat utk Ayah Anda ya. Trims