RBS-70 : Rudal Pencegat Supersonik Jarak Dekat

Gelar tempur RBS-70

Gelar Tempur RBS-70

Kehadiran elemen artileri pertahanan udara (Arhanud) mutlak diperlukan untuk melindungi obyek-obyek penting negara. Salah satu arsenal Arhanud milik Indonesia adalah rudal RBS-70. Meski bukan produk baru, rudal ini masih jadi tulang punggung pertahanan udara, selain rudal Grom. Sampai saat ini RBS-70 dioperasikan oleh Batalyon Arhanud Kodam dan Kostrad. Sifatnya yang mobile, alias mudah dipindahkan dan dirakit membuat rudal buatan Saab Bofors Dynamics, Swedia ini banyak dipakai oleh militer di banyak negara. Untuk gelar operasinya, RBS-70 umumnya dipadukan dengan radar Giraffe sebagai pemandu target.

Rudal RBS-70

Dalam konsep rancangannya, RBS-70 dikembangkan sebagai senjata pertahanan udara yang mudah digunakan dan dapat dioperasikan dengan biaya perawatan rendah. Rudal ini mulai diproduksi pada tahun 1977. Meski masuk dalam kelas Manpads (man portable), tapi rudal ini dalam pengoperasiannya tidak bisa dipanggul, peluncur RBS-70 berikut alat bidik berupa teropong monoculer hanya bisa diletakkan pada dudukan peyangga berupa tripod yang memiliki berat 24 kg. Dengan desain model penyangga maka RBS-70 sangat ideal ditempatkan pada jip model Land Rover, seperti yang biasa digunakan oleh Arhanud TNI AD.

RBS-70 Arhanud TNI-AD

RBS-70 siap dibidik pada geladak kapal perang

Ada 2 tipe RBS-70 yang dimiliki TNI AD, yakni RBS-70 MK-1 dan MK-2. Keduanya sama-sama berpengendali sinar laser, yang membedakan terletak pada kemampuan jarak tembaknya, MK-1 dapat menghajar target mulai dari 500 – 5.000 meter, sedangkan MK-2 bisa mengenai target mulai dari 200 – 7.000 meter. Ketinggian yang bisa dicapai pun berbeda, RBS-70 MK-1 bisa melesat hingga ketinggian 3 km, dan MK-2 hingga 4 km. Beratnya pun berbeda sedikit, bila MK-1 punya bobot 24 kg, maka MK-2 beratnya 26,5 kg.

Selain dari bentuk tabung peluncurnya, yang unik dari rudal ini adalah adanya alat bidik berupa teleskop monoculer yang memiliki pembesaran (zooming) hingga 7x. Dengan material yang sifatnya mudah dibongkar pasang, RBS-70 dapat disiapkan dalam waktu tempur sekitar 30 detik, dan waktu isi ulang 10 detik. Bahkan waktu reaksinya mencapai 8,5 detik. Dengan kecepatan luncur mencapai 1,6 Mach, RBS-70 MK-2 mempunyai kemungkikan perkenaan pada target antara 70 – 90 persen.

Dengan beragam kehandalannya, RBS-70 terbilang rudal SHORAD yang laris dipasaran, tercatat ada 18 negara yang menggunakan rudal ini, yakni Swedia, Australia, Argentina, Bahrain, Brazil, Czech, Finlandia, Jerman, Indonesia, Iran, Irlandia, Latvia, Noorwegia, Pakistan, Singapura, Thailand, Tunisia, dan Uni Emirate Arab. Dilihat dari populasinya, RBS-70 masuk kategori rudal ASEAN, sebab banyak digunakan oleh negara-negara tetangga, mirip dengan Rapier yang juga dimiliki oleh Singapura, Malaysia, Indonesia, dan Brunei Darussalam.

RBS-70 beraksi di malam hari

Rangkaian RBS-70 dapat diurai untuk dipanggul

Di lingkungan TNI AD, setidaknya ada dua satuan yang mengoperasikan RBS-70, yakni Yon Arhanudse 15/Dahana Bhaladika Yudha, merupakan satuan bantuan tempur yang berada di lingkungan Kodam IV/Diponegoro, berkedudukan di Semarang, Jawa Tengah. Lalu ada lagi Yon Arhanudri 2 Divisi Infantri 2 Kostrad yang berkedudukan di Malang, Jawa Timur.

Gelar Operasi RBS-70
Unit peluncur RBS-70 dapat dioperasikan secara mandiri, atau bisa pula di setting dalam konfigurasi dengan beberapa unit peluncur, yakni membentuk beterai anti pesawat dengan dukungan rudal Giraffe. Konsep gelar operasi ini juga umum digunakan oleh Arnanud TNI AD. Umumnya konfigurasi ini mencakup sembilan peluncur RBS-70 dengan rentang jarak antar peluncur sekitar 4 km yang dapat melindungi area selular 175 km2. Fungsi radar Giraffe disini untuk men-supplay data-data dan informasi target ke setiap unit peluncur.

RBS-70 saat meluncur dari platform jip Land Rover

Radar Giraffe, penyambung “mata” RBS-70

Sosok desain rudal RBS-70

Rudal Bolide milik Australia

Bolide
Karena terbilang laris di pasaran, dan banyak digunakan di negara-negara dengan multi iklim (padang pasir, salju, dan tropis), membuat pabrikan rudal ini pada tahun 2003 mengembangkan versi lanjut dari RBS-70, yang disebut Bolide. Rudal ini sejatinya merupakan hasil pengembangan dari RBS-70 Mk2 yang ditingkatkan kecepatannya, yakni menjadi 2 Mach dengan jangkauan tembak mulai dari 250 meter hingga 8 km. Ketinggian tembak pun kini meningkat jadi 5 km. Bolide juga dilengkapi jenis hulu ledak baru yang ter-fragmentasi. Dengan berbagai kelengkapan tambahan pada sisi elektronik, Bolide amat pas untuk menghadang laju rudal jelajah atau pesawat tanpa awak. Salah satu negara yang telah menggunakan Bolide adalah Australia. (Haryo Adjie Nogo Seno)

Spesifikasi Bofors RBS-70 :
Panjang rudal : 1,32 meter
Panjang tabung rudal : 1,735 meter
Diamter tabung : 0,152 meter
Diameter rudal : 0,106 meter
Berat
Rudal tipe MK-1 : 24 kg
Rudal tipe MK-2 : 26,5 kg
Pengendalian : berkas sinar laser
Hulu ledak : MK-1, pecahan impact dan proximity fuze
Kecepatan : supersonik
Jarak Capai
MK-1 : 200 – 5000 meter
MK-2 : 200 – 7000 meter
Ketinggian
MK-1 : 3000 meter
MK-2 : 4000 meter
Alat bidik
Teleskop : monoculer
Pembesaran : 7x
Bidang panjang : 90
Tanki pendingin : 0,7 liter
Berat : 36 kg
Penyangga
Berat : 24 kg
Pengaturan kerataan : max 40
Batasan kerja
Azimuth : 3600
Elevasi : 100 s/d 450
Jumlah awak : 7 orang
Pabrik pembuat : Bofors – Swedia

Tentang iklan-iklan ini

11 responses to “RBS-70 : Rudal Pencegat Supersonik Jarak Dekat

  1. aku suka pakai anti udara..tolong dunk senjta jenis stringer di tuliskan informasinya ya…

  2. anak turunanya GRAIL yg dipegang TNI AL apa saja kah??
    andai TNI punya topol M + kapal selam klas typhoon.

    andai…. .. . .

  3. kapan rudal balistik produksi ptpindad indonesia akan di luncurkan di langit asean indonesia tinggal itu aja yg lain nya udah lengkap contoh nya panser senjata aras panjang dan semua produksi pt pindad aku sangaaaaaaaaaaaaaaaaaat bangga kalo jenis tank masih memproduksi tinggal topol m1 buk m1 yg jelasnya kao ini jelas nya bahan peledak nya unsur uranium dan plutnium artinya nuklir wassalam hormtkami anak bangsa winarno umajang 11 05 2010

  4. nah kenapa indonesia selalu pakai senjata yang lama, kapan indonasia bisa pakai yang baru….. mudah2an aza indonesia dapat buat rudal balistik sendiri ….amin !!!! hidup idonesia ku

  5. Ulasannya mantap mas..klo bisa tlg diperinci brapa jml rbs yg kt py..coz jujur sy miris bangsa ini msh ngandelin arhanud lawas mcm s-60,rapier ato aa gun mcm giant bow(walo msh bru,tp mnrt sy da gk relevan d jaman supersonik ni).
    Klo bisa tlg bahas arhanud qt yang bru mas..mcm poprad,strella ato qw-70..bravo indomiliter

  6. kapan TNI memiliki 30 rudal SHAHAB 2 dan SHAHAB 3 IRAN?,RUDAL SS-N-6,RUDAL PATRIOT,RUDAL ARHANUD PRODUK CHINA, BELINYA?…KITA BARTER DENGAN CN.235 MPA,PANSER ANOA PINDAD,DAN 10.000 PUCUK SS.2.DITAMBAH DARI UANG ZAKAT UMAT ISLAM,DANA PERBANKN DALAM NEGERI,CATATAN SELURUH RAKYAT INDONESIA ADALAH …ASAL JANGAN DIKORUP DAN DIMARK UP PEMBELIAN ALUTS.TNI…INILAH SARAN KAMI,DPRT PAN PONDOK KARYA PONDOK AREN TANGSEL.TUK MENHAN,F.PAN DPR RI,MENKEU,PANGLIMA TNI & KA.STAF.

  7. DPRT PAN PONDOK KARYA PONDOK AREN TANGSEL MENYARANKAN AGAR SAUDARAKU MENHAN,PANGLIMA TNI&JAJARAN MABES TNI,MENKEU,SERTA PIMP.FRAKSI PAN DPR.RI.MEMPERHATIKAN NASIB GAJI&TUNJANGAN,PERUMAHAN KPR BTN TUK PRAJURIT TAMTAMA,BINTARA,PURNAWIRAWAN,PARA VETERAN,PEJUANG KEMERDEKAAN,SERTA WARAKAURINYA…SEBENTAR LAGI 5 OKTOBER 2011 (HARI TNI) GUNAKAN OTAK KITA KEMAMPUAN SAUDARAKU AGAR DAPAT MENSEJAHTERAKAN MEREKA.AMANAT KAMI SELURUH RAKYAT INDONESIA..AGAR JANGN DIKORUPSI UANG KESEJAHTERAAN MEREKA.MALULAH SAMA 4IJI SWT.

  8. Ping-balik: Twin Gun Rheinmetall 20mm : Jawara Kanon Arhanud TNI AD Era 90-an | IndoMiliter

  9. Klo jumlah rudal RBS 70 skrg yg dimilki Yon Arhanudri 2 Kostrad sebanyak 9 pucuk itu pun sttusnya rusak ringan semua,dan rencana dithun 2014 ini batalyon akan kedatangan rudal mistral..dan mudah2 cepet terlaksana..

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s